COVID-19 Mengganas, Pengusaha Minta Munas Kadin di Kendari Ditunda

·Bacaan 2 menit

VIVA – Lonjakan kasus COVID-19 yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir ini, tak pelak menjadi perhatian publik nasional dengan tingginya jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 setiap harinya.

Di sisi lain, sejumlah sektor yang disebut-sebut baru mulai berputar kembali secara roda perekonomian, harus menghadapi kebijakan pengetatan PPKM Mikro yang bakal diberlakukan oleh pemerintah mulai 22 Juni sampai 5 Juli 2021 mendatang.

Hal itu pun tentu saja berpengaruh pada terbatasnya pergerakan masyarakat, termasuk dalam hal penyelenggaraan acara-acara yang berpotensi menimbulkan kerumunan orang. Munas Kadin Indonesia adalah salah satunya.

Setelah sebelumnya penyelenggaraan Munas Kadin di Bali awal Juni kemarin ditunda akibat lonjakan kasus COVID-19, dan diwacanakan ulang di Kendari pada akhir Juni nanti, namun nyatanya saat ini kasus COVID-19 pun kembali melonjak dan mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Terkait hal tersebut, anggota Kadin Indonesia yang juga merupakan pengusaha manufaktur, Benyamin Prayogo mengaku, sebenarnya dia masih bingung dan mempertanyakan keputusan penyelenggara mengenai pembatalan Munas Kadin di Bali dan memindahkannya ke Kendari.

"Karena secara infrastruktur lebih siap Bali dibandingkan Kendari," kata Benyamin kepada VIVA, Selasa 22 Juni 2021.

Kemudian mengenai alasannya, Benyamin mengaku bahwa apabila alasan penundaan Munas Kadin di Bali kemarin adalah karena adanya klaster baru COVID-19, maka rencana Munas di Kendari pun juga harus ditunda.

Dia berpendapat, saat ini lonjakan kasus COVID-19 kembali terjadi di sejumlah daerah, termasuk di Kendari. "Khususnya di Kendari yang kalau kita perhatikan ada juga beberapa lonjakan kasus positif COVID-19," ujarnya.

Karenanya, Benyamin menilai jika sebaiknya Munas Kadin di Kendari itu kembali ditunda, atau dipindahkan ke tempat yang secara data paling rendah kasus COVID-19 nya dan yang paling siap infrastrukturnya.

Jadi kalaupun memang ada penundaan Munas Kadin lagi, Benyamin mensyaratkan bahwa daerah yang akan dijadikan tempat Munas Kadin itu harus benar-benar dipastikan tidak dalam kondisi zona merah COVID-19, dan juga siap secara infrastruktur.

"Karena kan yang datang itu pasti akan banyak sekali," kata Benyamin.

Dia memprediksi paling tidak akan ada lebih dari seribu orang yang akan menghadiri penyelenggaraan Munas Kadin Indonesia kali ini. Meskipun dia meyakini bahwa pihak panitia penyelenggara juga akan menyediakan fasilitas daring atau online, namun animo para anggota Kadin dari berbagai daerah untuk datang ke lokasi Munas sepertinya juga tidak bisa dihalau.

"Walaupun memang sebagian akan dibikin secara daring atau online, tapi pasti kebanyakan dari mereka para anggota Kadin ingin menyaksikan sejarah secara langsung. Karena setiap pemilihan ketua umum Kadin itu kan sejarah bagi Kadin. Di mana ada pemimpin baru yang terpilih secara demokratis," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel