COVID-19 Mengganas: Tanpa Gejala, Sesak Napas dan Meninggal Dunia

Mohammad Arief Hidayat, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diperpanjang hingga 8 Februari 2021. PPKM jilid II itu berlaku di 73 kabupaten/kota di Jawa dan Bali. Di Jawa Timur, Kota Malang termasuk dari bagian daerah yang ditetapkan wajib PPKM jilid II.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, menguatkan upaya pencegahan hingga tingkat paling bawah. Pemerintah akan memanggil para lurah untuk diteruskan kepada RT dan RW setempat. Pada awal pandemi COVID-19, kesadaran akan protokol kesehatan sudah dilakukan. Kini tinggal dimaksimalkan kembali.

"Yang terpenting saat ini bagaimana penguatan di tingkat paling bawah, mulai dari RT-RW agar tahu bahwa COVID-19 makin mengganas. Dulu sudah diberikan sejumlah bantuan (prokes), sekarang tinggal dimaksimalkan dengan pemahaman-pemahaman," kata Sutiaji pada Jumat, 22 Januari 2021.

Baca: Dua Dosen Unesa Meninggal setelah Terpapar COVID-19

Sutiaji mengatakan, perilaku sadar protokol kesehatan harus kembali digalakkan, seperti menaruh tempat cuci tangan di sudut-sudut kampung, memasang sejumlah tulisan imbauan tertib bermasker. Para aparatur RT/RW juga dimina melakukan sosialisasi keefektifan vaksin COVID-19.

"COVID-19 sekarang ganas: ada yang tidak ada gejala apa-apa lalu sesak napas dan meninggal dunia. Pemahaman secara berangsur soal efektivitas vaksin juga dilakukan. Kalau sudah, ya, saran kami segera digerakkan agar masyarakat tidak menunggu," ujarnya.

Protokol kesehatan pencegahan COVID-19 kini tidak lagi 3M namun 5M, yakni, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, membatasi mobilitas hingga menghindari kerumunan. Protokol kesehatan inilah yang terus diedukasi kepada masyarakat sedikitnya tiga kali dalam sepekan.

Jumlah kasus penyebaran COVID-19 di wilayahnya fluktuatif. Hampir setiap hari rata-rata 50 orang terkonfirmasi positif di Kota Malang. Penyebabnya, kesadaran untuk melakukan uji swab saat bergejala mulai terbangun.