COVID-19 Menggila, 4 Kecamatan di Bangkalan Bakal Lockdown

·Bacaan 2 menit

VIVA – Satuan Tugas COVID-19 Jawa Timur berencana untuk mengambil opsi lockdown di empat kecamatan Kabupaten Bangkalan, Madura, untuk mengendalikan penularan COVID-19 yang beberapa hari terakhir jumlah kasusnya meningkat secara signifikan. Selain itu, rumah sakit darurat juga dibikin di halaman bekas BPWS dekat Jembatan Suramadu sisi Surabaya, untuk menampung pasien COVID-19 yang terdeteksi saat tes usap Antigen secara acak di Suramadu.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi Nico Afinta mengatakan, empat kecamatan yang rencananya akan di-lockdown itu ialah Kecamatan Arosbaya, Klampis, Geger, dan Kecamatan Kota. “Akan menerapkan micro lockdown di empat kecamatan," katanya, Senin, 7 Juni 2021.

Lockdown skala mikro dilakukan karena di empat kecamatan itu jumlah kasus positif COVID-19 tinggi dibandingkan kecamatan lainnya di Bangkalan. Nico mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Forkopimda Bangkalan. Nantinya, penyemprotan disinfektan, operasi yustisi, dan sosialisasi 5 M di empat kecamatan itu akan dilakukan.

Langkah lainnya yang sudah dilakukan Satgas COVID-19 Jatim dan pemerintah kabupaten/kota terkait untuk memutus rantai penularan pasca menggilanya kasus COVID-19 di Bangkalan ialah melakukan tes usap Antigen secara acak di Jembatan Suramadu sisi Surabaya sejak Sabtu malam, 5 Juni 2021. Hasil sementara hingga Minggu kemarin, 70 pengendara reaktif dan 17 orang positif. Mereka langsung dirujuk ke RS Lapangan Indrapura dan RS Haji Surabaya.

Selain dua rumah sakit penyangga itu, Satgas juga menyiapkan empat rumah sakit lainnya di Surabaya sebagai penyangga, setelah Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bangkalan ditutup sementara sejak Sabtu lalu. Rumah Sakit Darurat juga dibuat di halaman bekas gedung BPWS dekat Jembatan Suramadu sisi Surabaya.

Screening ini dilakukan bersama Pemkot Surabaya, Polrestabes Surabaya dan Korem Bhaskara Jaya. Pemprov bersama Kodam dan Polda akan sinergi nenangani hal ini. Oleh sebab itu, jika ada yang perjalanannya [di Jembatan Suramadu] terganggu, kami memohon maaf. Namun yang harus kita ingat bersama, ini semua kita lakukan demi kebaikan dan keselamatan bersama ,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, kemarin. (Oya)

Baca juga: COVID-19 di Bangkalan Menggila, Enam RS di Surabaya Siaga Penuh

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel