Covid-19 Menggila, Jokowi Tetap Optimis soal Pertumbuhan Ekonomi

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II 2021 bisa menyentuh angka 7 persen, meskipun pemerinta saat ini tengah bergulat dengan kenaikan kasus harian Covid-19.

"Kita semua masih optimis, bahwa dari kuartal I sebelumnya minus 0,74 persen, di kuartal kedua kita masih optimis akan tumbuh Insya Allah kurang lebih 7 persen," ujar Jokowi dalam Munas Kadin Indonesia di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (30/6/2021).

Keyakinan itu muncul lantaran Jokowi melihat adanya sejumlah sinyal positif pada perekonomian nasional. Seperti purchasing manager index untuk manufaktur, yang sebelum pandemi berada di angka 51, naik jadi 55,3 pada Mei 2021.

Kenaikan juga terjadi pada sisi suplai, dimana ekspor tumbuh 58 persen, impor bahan baku melambung hingga 97 persen, dan impor barang modal naik 35 persen.

"Angka-angka seperti ini yang tiap hari, tiap pagi masuk ke saya. Saya enggak pernah sarapan tapi sarapannya angka-angka," ucap Jokowi.

Jokowi memaparkan, sisi permintaan juga turut mengalami pertumbuhan. Itu terjadi saat konsumsi listrik untuk industri tumbuh 28 persen, dan indeks kepercayaan konsumen berada di posisi 104,4.

"Indeks penjualan ritel juga tumbuh 12,9 persen. Konsumsi semen juga tumbuh 19,2 persen. Penjualan kendaraan niaga tumbuh 783 persen. Ini angka-angka yang menurut saya sangat fantastis kenaikannya," tutur Jokowi.

Keterisian Tempat Tidur RS Wisma Atlet Pernah 92 Persen, Jokowi: Saya Gemetar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan kita tidak boleh menyepelekan yang namanya COVID-19 dalam pernyataannya pada Minggu, 2 Mei 2021. (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan kita tidak boleh menyepelekan yang namanya COVID-19 dalam pernyataannya pada Minggu, 2 Mei 2021. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku cemas akan lonjakan kasus positif Covid-19 yang terjadi saat ini. Dia mengkhawatirkan angka keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate di berbagai rumah sakit yang meningkat pada Mei-Juni 2021.

Jokowi lantas menceritakan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit secara nasional yang melonjak drastis. Itu tercermin dari angka bed occupancy rate di RS Wisma Atlet Jakarta yang naik pesat pada September 2020.

Meski sempat mengecil, namun jumlah pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet kembali naik akibat libur Lebaran 2021.

"Pernah di September itu 92 persen. Saya betul-betul sudah gemetar dan grogi, tapi bisa turun, bahkan di pertengahan 18 Mei capai 15 persen. Sudah senang sekali saat itu. Tapi begitu ada liburan, hari ini saya harus ngomong apa adanya, 90 persen," ungkapnya dalam Munas Kadin di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (30/6/2021).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini coba berkaca pada kenaikan kasus positif Covid-19 yang sempat terjadi di India. Menurut dia, fenomena kasus fluktuatif yang terjadi di Indonesia saat ini punya kemiripan dengan India.

"India pernah di 2020 berada di angka 50 ribu kasus aktif per hari. Kemudian turun jadi 9.000 kasus per hari, dan di akhir Januari ke Februari naik eksponensial dari 9.000 menjadi 370 ribu per hari. Lompatan yang sangat eksponensial sekali," ucap Jokowi.

Sementara di Indonesia, jumlah kasus aktif pada Februari 2021 sempat melonjak hingga kisaran 176 ibu kasus. Kemudian turun pada pertengahan Mei menjadi 87 ribu kasus.

"Dalam 4 bulan pelan-pelan turun sampai 87 ribu kasus. Tetapi begitu ada liburan, lebaran kemarin, plus varian baru, hari ini kita naik melompat dua kali lipat lebih menjadi 228 ribu. Ini lah yang saya sampaikan, kita harus hati-hati, kita harus tetap waspada, kita tidak boleh lengah," imbuh Jokowi.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel