Covid-19 Mulai Terkendali, Pasar Properti Batam Mulai Jadi Incaran

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Sektor properti di Batam terus tumbuh di tengah pandemi Covid-19. Terlebih, berbagai insentif sudah dikeluarkan pemerintah, mulai dari keringanan pajak hingga rendahnya bunga kredit.

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Kota Batam Achyar Arfan mengatakan, hingga saat ini, pembangunan beberapa apartemen terus berjalan. Hal ini demi menunjukkan kepercayaan kepada konsumen.

"Insentif dari pemerintah sudah mulai bergerak. Hal ini akan meningkatkan minat di sektor properti. Karena saat ini investasi yang paling aman ya properti. Batam itu kota metropolitan, jadi sudah seharusnya proyek terus berjalan," ucapnya kepada Liputan6.com, Jumat (26/3/2021).

Memang, diakui Arfan, di awal pandemi, permintaan sektor properti di kota Batam mengalami penurunan. Hal ini terlihat permintaan properti untuk rumah mewah anjlok hingga 50 persen.

Sementara itu, Pengembang Proyek Monde City Apartemen Eko Saputro Wijaya menambahkan, permintaan mengenai apartemen saat ini tidak hanya dari masyarakat Indonesia, melainkan juga dari negara tetangga, seperti Singapura.

"Apartemen sekarang menjadi hunian alternatif dan juga pilihan investasi. Tak terbatasnya kepemilikan berdasarkan usia menjadi peluang pertumbuhan pasar apartemen di Batam," tambahnya.

Dilihat dari peminatnya, sebut Eko, tren bertempat tinggal ataupun investasi properti, khususnya apartemen tidak hanya didominasi oleh generasi milenial saja atau yang disebut Gen Y (kategori usia 26 – 40 tahun ), namun juga pada generasi X atau Gen X (kategori usia 41 – 55 tahun), dan juga menarik sebagian besar kalangan generasi Z atau Gen Z kategori usia sampai dengan 25 tahun.

Gubernur BI Ajak Masyarakat Berduit Borong Properti

Mengingat itu adalah investasi jangka panjang dan tak seorang pun ingin rugi dengan uang yang ditanamkan.
Mengingat itu adalah investasi jangka panjang dan tak seorang pun ingin rugi dengan uang yang ditanamkan.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, pertumbuhan kredit di sektor properti mulai meningkat, Hal ini sejalan dengan naiknya penjualan rumah khususnya tipe menengah atas dengan tujuan investasi.

“Untuk properti ketentuannya juga kami kendorkan, kelihatan dari properti sudah mulai sudah naik, kreditnya naik dan juga penjualannya naik tidak hanya yang tipe di bawah 21. Tapi juga untuk tipe tipe yang menengah keatas,” kata Perry dalam Temu Stakeholder Untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional di Semarang, Kamis, (25/3/2021).

Menurutnya, saat ini masyarakat menengah ke atas yang semula menyimpan uangnya di bank sudah mulai digerakkan kembali, salah satunya ke sektor properti. Banyak dari mereka yang mulai membeli apartemen dan perumahan.

“Jadi memang yang punya duit yang selama ini ditaruh di perbankan kayaknya sudah mulai beli apartemen sama perumahan. Ayo monggo dibelilah, belanja-belanja supaya ekonominya itu bisa pulih, sehingga dunia usahanya bisa pulih,” ujarnya.

Berdasarkan survei Bank Indonesia, sebagian besar pembelian properti dilakukan menggunakan pinjaman dari bank yakni sebanyak 75,31 persen. Lanjutnya, Pertumbuhan kredit properti meningkat dari 1,54 persen (yoy) pada September 2020 menjadi 3,01 persen (yoy) pada Januari 2021.

Gubernur BI menyebut peningkatan tersebut juga dipengaruhi dengan dikeluarkannya kebijakan pelonggaran KPR untuk sektor properti. Hal itu seiring dengan fokus Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk mendorong kredit dan pembiayaan ke sektor-sektor prioritas dengan kontribusi besar pada PDB dan ekspor termasuk sektor properti.

“Kami dari KSSK bagaimana kita dari supply perbankannya, makanya suku bunga turun, likuiditas dikendorkan berbagai upaya upaya kita kendorkan. Memang pemulihan itu tidak bisa semua sektor langsung sekaligus, tergantung sektornya termasuk sektor otomotif maupun properti,” pungkasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: