Update Covid-19 per 19 Maret: 1.450.132 Positif, Sembuh 1. 278.965, Meninggal 39.339

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta - Jumlah kasus baru positif Covid-19 di Tanah Air kembali bertambah hari ini, Jumat (19/3/2021). Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melaporkan, pasien yang terpapar Corona kini bertambah 6.279 orang.

Peningkatan tersebut membuat jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia terhitung sejak Maret 2020 menjadi 1.450.132 orang.

Seiring bertambahnya kasus positif, mereka yang sembuh dan dinyatakan negatif dari Covid-19 juga ikut meningkat.

Sampai hari ini bertambah 6.007 orang, sehingga jumlah keseluruhan telah mencapai 1. 278.965 kasus sembuh.

Sementara, kasus kematian di Tanah Air bertambah 197 orang. Maka, jumlah keseluruhan ada 39.339 orang yang meninggal akibat terpapar Covid-19.

Data update pasien Covid-19 ini tercatat sejak Kamis, 18 Maret 2021, pukul 12.00 WIB hingga hari ini, Jumat (19/3/2021) pada jam yang sama.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Harapan Jokowi soal Vaksinasi Covid-19 Drive Thru

Jokowi saat membuka kongres HMI di Surabaya. (Foto: Instagram Jokowi)
Jokowi saat membuka kongres HMI di Surabaya. (Foto: Instagram Jokowi)

Sementara itu, saat meninjau program vaksinasi Covid-19 di Kota Bogor, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengaku puas dengan alur vaksinasi usai mengamati dua lokasi pemberian vaksin di Puri Begawan dan GOR Pajajaran.

"Kita harap model seperti ini bisa terus dilakukan dan diterapkan di kota lain," kata Jokowi via siaran langsung kanal Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (19/3/2021).

Jokowi juga mengapresiasi dengan salah satu inovasi model vaksinasi drive thru yang berlangsung di Gor Pajajaran. Model drive thru tidak mengharuskan seorang yang divaksin turun ke ruang vaksinasi dan cukup hanya di atas kendaraan, baik roda dua dan roda empat.

"Saya lihat dari awal prosenya, screening hingga suntikan vaksin semua berjalan lancar saya lihat," bangga Jokowi.

Tinjauan langsung program vaksinasi Covid-19 ini rutin dilakukan Jokowi dalam tiap kunjungan kerjanya. Mulai dari Pasar Tanah Abang Jakarta, hingga luar DKI Jakarta, Jokowi selalu menyempatkan diri melihat langsung kegiatan vaksinasi di tiap kota yang disinggahi.

Seperti yang dilakukannya kemarin saat kunjungan kerjanya ke Sulawesi Selatan, Jokowi juga melakukan tinjauan vaksinasi Covid-19 di Tana Toraja.

Perjalanan Kasus Corona di Indonesia

Gambar ilustrasi ini dengan izin dari National Institutes of Health pada 27 Februari 2020. Menunjukkan mikroskopis elektron transmisi SARS-CoV-2 juga dikenal sebagai 2019-nCoV, virus yang menyebabkan Corona COVID-19. (AFP/National Institutes of Health).
Gambar ilustrasi ini dengan izin dari National Institutes of Health pada 27 Februari 2020. Menunjukkan mikroskopis elektron transmisi SARS-CoV-2 juga dikenal sebagai 2019-nCoV, virus yang menyebabkan Corona COVID-19. (AFP/National Institutes of Health).

Kasus infeksi virus Corona pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China Desember 2009. Dari kasus tersebut, virus bergerak cepat dan menjangkiti ribuan orang, tidak hanya di China tapi juga di luar negara tirai bambu tersebut.

2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan kasus Covid-19 pertama di Indonesia. Pengumuman dilakukan di Veranda Istana Merdeka.

Ada dua suspect yang terinfeksi Corona, keduanya adalah seorang ibu dan anak perempuannya. Mereka dirawat intensif di Rumah Sakit Penyakit Infeksi atau RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Kontak tracing dengan pasien Corona pun dilakukan pemerintah untuk mencegah penularan lebih luas. Dari hasil penelurusan, pasien positif Covid-19 terus meningkat.

Sepekan kemudian, kasus kematian akibat Covid-19 pertama kali dilaporkan pada 11 Maret 2020. Pasien merupakan seorang warga negara asing (WNA) yang termasuk pada kategori imported case virus Corona. Pengumuman disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Urusan Virus Corona, Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat

Yurianto mengatakan, pasien positif Covid-19 tersebut adalah perempuan berusia 53 tahun. Pasien tersebut masuk rumah sakit dalam keadaan sakit berat dan ada faktor penyakit mendahului di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun yang sudah cukup lama diderita.

Jumat 13 Maret 2020, Yurianto menyatakan pasien nomor 01 dan 03 sembuh dari Covid-19. Mereka sudah dibolehkan pulang dan meninggalkan ruang isolasi.

Pemerintah kemudian melakukan upaya-upaya penanganan Covid-19 yang penyebarannya kian meluas. Di antaranya dengan mengeluarkan sejumlah aturan guna menekan angka penyebaran virus Corona atau Covid-19. Aturan-aturan itu dikeluarkan baik dalam bentuk peraturan presiden (perpres), peraturan pemerintah (PP) hingga keputusan presiden (keppres)

Salah satunya Keppres Nomor 7 tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Keppres ini diteken Jokowi pada Jumat, 13 Maret 2020. Gugus Tugas yang saat ini diketuai oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo ini dibentuk dalam rangka menangani penyebaran virus Corona.

Gugus Tugas memiliki sejumlah tugas antara lain, melaksanakan rencana operasional percepatan penanangan virus Corona, mengkoordinasikan serta mengendalikan pelaksanaan kegiatan percepatan penanganan virus Corona.

Sementara itu, status keadaan tertentu darurat penanganan virus Corona di Tanah Air ternyata telah diberlakukan sejak 28 Januari sampai 28 Februari 2020. Status ditetapkan pada saat rapat koordinasi di Kementerian Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) saat membahas kepulangan WNI di Wuhan, China.

Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo menjelaskan, karena skala makin besar dan Presiden memerintahkan percepatan, maka diperpanjang dari 29 Februari sampai 29 Mei 2020. Sebab, daerah-daerah di tanah air belum ada yang menetapkan status darurat Covid-9 di wilayah masing-masing.

Agus Wibowo menjelaskan jika daerah sudah menetapkan status keadaan darurat, maka status keadaan tertentu darurat yang dikeluarkan BNPB tidak berlaku lagi.

Penanganan kasus virus corona (Covid 19) pun semakin intens dilakukan. Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mereduksi sekaligus memberikan pengobatan terhadap mereka yang terpapar Covid-19.

Berdasarkan situs covid19.go.id, sebanyak 140 rumah sakit di Tanah Air dijadikan rujukan untuk penanganan pasien Covid-19. Ada pula sejumlah tempat yang dijadikan rumah sakit darurat.

Salah satunya, pemerintah resmi menjadikan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, sebagai rumah sakit darurat untuk pasien Covid 19. Peresmian dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi, Senin 23 Maret 2020. Begitu dibuka, Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran langsung menerima pasien.

Ada pula Rumah Sakit Darurat di Pulau Galang, Kepulauan Riau. Pulau tersebut dulunya merupakan tempat penampungan warga Vietnam. Tempat tersebut telah dirapikan dan bisa menampung 460 pasien. Sejumlah tempat milik pemerintah lainnya juga dijadikan tempat isolasi pasien yang terpapar Covid-19.

Saksikan video pilihan di bawah ini: