Update Covid-19 Rabu 2 Juni 2021: Positif 1.831.773, Sembuh 1.680.501, Meninggal 50.908

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Penularan virus Corona yang disebabkan Covid-19 masih terus terjadi. Per hari ini, Rabu (2/6/2021), terjadi penambahan 5.246 kasus baru positif di Tanah Air dalam 24 jam terakhir.

Peningkatan tersebut menyebabkan jumlah kasus yang terkonfirmasi Covid-19 menjadi 1.831.773 orang.

Satgas Covid-19 juga melaporkan adanya peningkatan sebanyak 185 pasien yang meninggal dunia akibat terpapar virus Corona.

Dengan demikian, angka kematian akibat Covid-19 kini tercatat sebesar 50.908 orang di seluruh wilayah Indonesia.

Namun, ada kabar baik yang kembali dilaporkan pada hari ini. Jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 bertambah. Meningkat 6.022, sehingga total pasien Covid-19 sembuh menjadi 1.680.501 orang.

Data update pasien virus Corona Covid-19 ini tercatat sejak Selasa, 1 Juni 2021, pukul 12.00 WIB hingga hari ini, Rabu (2/6/2021), pukul 12.00 WIB.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Pulau Jawa Sumbang 53 Persen Kasus Covid-19 Sepekan Terakhir

Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito mengimbau masyarakat segera melaporkan jika adanya Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (18/5/2021). (Tim Komunikasi Satgas COVID-19/Damar)
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito mengimbau masyarakat segera melaporkan jika adanya Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (18/5/2021). (Tim Komunikasi Satgas COVID-19/Damar)

Sementara itu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melakukan pemantauan terhadap perkembangan virus Corona di enam provinsi di Pulau Jawa dalam sepekan terakhir. Enam provinsi tersebut yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Hasil pemantauan menunjukkan, Pulau Jawa mengontribusi 53 persen terhadap kasus Covid-19 nasional.

"Ini adalah angka yang cukup tinggi. Mengingat hanya dengan 6 provinsi di Pulau Jawa mampu menyumbang lebih dari setengah dari total kasus nasional," kata juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Selasa 1 Juni 2021.

Wiku meminta pemerintah provinsi di Pulau Jawa segera memperbaiki upaya penanganan Covid-19 di wilayahnya masing-masing. Peran pemerintah daerah disebut sangat penting untuk menekan penambahan kasus Covid-19.

Selain memperbaiki penanganan Covid-19, Wiku mengimbau pemerintah daerah melakukan konsolidasi antarwilayah. Salah satu caranya, memanfaatkan forum komunikasi seperti Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) antar wilayah.

Perjalanan Kasus Corona di Indonesia

Petugas medis mengambil sampel lendir penumpang bus AKAP untuk tes cepat antigen di terminal Kalideres, Jakarta, Barat, Senin (17/5/2021). Menyambut arus balik, pemudik yang tiba di terminal tersebut diarahkan petugas untuk melakukan tes COVID-19. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Petugas medis mengambil sampel lendir penumpang bus AKAP untuk tes cepat antigen di terminal Kalideres, Jakarta, Barat, Senin (17/5/2021). Menyambut arus balik, pemudik yang tiba di terminal tersebut diarahkan petugas untuk melakukan tes COVID-19. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kasus infeksi virus Corona pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China Desember 2009. Dari kasus tersebut, virus bergerak cepat dan menjangkiti ribuan orang, tidak hanya di China tapi juga di luar negara tirai bambu tersebut.

2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan kasus Covid-19 pertama di Indonesia. Pengumuman dilakukan di Veranda Istana Merdeka.

Ada dua suspect yang terinfeksi Corona, keduanya adalah seorang ibu dan anak perempuannya. Mereka dirawat intensif di Rumah Sakit Penyakit Infeksi atau RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Kontak tracing dengan pasien Corona pun dilakukan pemerintah untuk mencegah penularan lebih luas. Dari hasil penelurusan, pasien positif Covid-19 terus meningkat.

Sepekan kemudian, kasus kematian akibat Covid-19 pertama kali dilaporkan pada 11 Maret 2020. Pasien merupakan seorang warga negara asing (WNA) yang termasuk pada kategori imported case virus Corona. Pengumuman disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Urusan Virus Corona, Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat

Yurianto mengatakan, pasien positif Covid-19 tersebut adalah perempuan berusia 53 tahun. Pasien tersebut masuk rumah sakit dalam keadaan sakit berat dan ada faktor penyakit mendahului di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun yang sudah cukup lama diderita.

Jumat 13 Maret 2020, Yurianto menyatakan pasien nomor 01 dan 03 sembuh dari Covid-19. Mereka sudah dibolehkan pulang dan meninggalkan ruang isolasi.

Pemerintah kemudian melakukan upaya-upaya penanganan Covid-19 yang penyebarannya kian meluas. Di antaranya dengan mengeluarkan sejumlah aturan guna menekan angka penyebaran virus Corona atau Covid-19. Aturan-aturan itu dikeluarkan baik dalam bentuk peraturan presiden (perpres), peraturan pemerintah (PP) hingga keputusan presiden (keppres)

Salah satunya Keppres Nomor 7 tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Keppres ini diteken Jokowi pada Jumat, 13 Maret 2020. Gugus Tugas yang saat ini diketuai oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo ini dibentuk dalam rangka menangani penyebaran virus Corona.

Gugus Tugas memiliki sejumlah tugas antara lain, melaksanakan rencana operasional percepatan penanangan virus Corona, mengkoordinasikan serta mengendalikan pelaksanaan kegiatan percepatan penanganan virus Corona.

Sementara itu, status keadaan tertentu darurat penanganan virus Corona di Tanah Air ternyata telah diberlakukan sejak 28 Januari sampai 28 Februari 2020. Status ditetapkan pada saat rapat koordinasi di Kementerian Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) saat membahas kepulangan WNI di Wuhan, China.

Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo menjelaskan, karena skala makin besar dan Presiden memerintahkan percepatan, maka diperpanjang dari 29 Februari sampai 29 Mei 2020. Sebab, daerah-daerah di tanah air belum ada yang menetapkan status darurat Covid-9 di wilayah masing-masing.

Agus Wibowo menjelaskan jika daerah sudah menetapkan status keadaan darurat, maka status keadaan tertentu darurat yang dikeluarkan BNPB tidak berlaku lagi.

Penanganan kasus virus corona (Covid 19) pun semakin intens dilakukan. Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mereduksi sekaligus memberikan pengobatan terhadap mereka yang terpapar Covid-19.

Berdasarkan situs covid19.go.id, sebanyak 140 rumah sakit di Tanah Air dijadikan rujukan untuk penanganan pasien Covid-19. Ada pula sejumlah tempat yang dijadikan rumah sakit darurat.

Salah satunya, pemerintah resmi menjadikan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, sebagai rumah sakit darurat untuk pasien Covid 19. Peresmian dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi, Senin 23 Maret 2020. Begitu dibuka, Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran langsung menerima pasien.

Ada pula Rumah Sakit Darurat di Pulau Galang, Kepulauan Riau. Pulau tersebut dulunya merupakan tempat penampungan warga Vietnam. Tempat tersebut telah dirapikan dan bisa menampung 460 pasien. Sejumlah tempat milik pemerintah lainnya juga dijadikan tempat isolasi pasien yang terpapar Covid-19.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel