Update Covid-19 Rabu 25 Agustus: Positif 4.026.837, Sembuh 3.639.867, Meninggal 129.293

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Kasus harian positif Covid-19 di Tanah Air kembali bertambah. Pada hari ini Rabu (25/8/2021) ada kenaikan sebanyak 18.671 orang yang dinyatakan positif Covid-19.

Dengan demikian, total akumulatif kasus positif Covid-19 terhitung sejak Maret 2020 hingga kini menjadi 4.026.837 orang.

Meski begitu, jumlah pasien sembuh juga terus mengalami peningkatan. Tercatat ada 33.703 orang yang dinyatakan sembuh dan telah terbebas dari Covid-19 per hari ini.

Sehingga sampai dengan saat ini, jumlah keseluruhan kasus sembuh dari Covid-19 di Indonesia telah menyentuh angka 3.639.867 orang.

Sedangkan kasus kematian di Tanah Air bertambah 1.041 pasien. Maka secara nasional, jumlah keseluruhan warga yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 mencapai 129.293 jiwa.

Data update pasien Covid-19 ini tercatat sejak Selasa, 24 Agustus 2021, pukul 12.00 WIB hingga hari ini, Rabu (25/8/2021) pada jam yang sama.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua

Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson Masuk Indonesia September

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kedua kiri) didampingi Direktur Utama APL Bacelius Ruru, Wakil Dirut Noer Indradjaja, Center Director Central Park dan Neo Soho Mall V. Pauline Fillian saat meninjau Mini Sentra Vaksinasi di Central Park Mall Jakarta Barat (22/8/2021) (Liputan6.com/HO/Ading)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kedua kiri) didampingi Direktur Utama APL Bacelius Ruru, Wakil Dirut Noer Indradjaja, Center Director Central Park dan Neo Soho Mall V. Pauline Fillian saat meninjau Mini Sentra Vaksinasi di Central Park Mall Jakarta Barat (22/8/2021) (Liputan6.com/HO/Ading)

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut, vaksin Covid-19 Johnson & Johnson akan tiba di Indonesia pada September 2021. Dia belum merinci berapa banyak dosis vaksin Johnson & Johnson yang akan diterima.

"Vaksin yang datang itu sudah cukup beragam, sehingga nanti kita membutuhkan seni sendiri bagaimana kita mengatur vaksinasinya dilakukan dengan benar, karena contohnya kita akan kedatangan Johnson & Johnson itu dari Belanda, tergeser (datang) di bulan depan," kata Menkes Budi di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (25/8/2021).

Sementara itu, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito menyatakan, vaksin Johnson & Johnson masih dalam tahap proses evaluasi khasiat dan keamanan oleh BPOM dan juga masih dalam proses registrasi mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA).

"Proses registrasinya berjalan secara bertahap yang masih membutuhkan beberapa data-data untuk bisa segera keluar EUAnya," kata Penny.

Saat ini, kata Penny, ada empat vaksin yang masih dalam tahap registrasi mendapatkan EUA yakni Cansino, Johnson & Johnson, Covavax, dan Covaxin.

"Masing-masing vaksin memiliki prosesnya tersendiri. Saat ini sudah ada tujuh jenis vaksin yang kami berikan EUA," tandas Penny.

Perjalanan Kasu Corona di Indonesia

Ambulans yang membawa pasien OTG Covid-19 tiba di Graha Wisata TMII, Jakarta, Selasa (22/6/2021). Lonjakan kasus aktif Corona menyebabkan kapasitas kamar isolasi pasien OTG Covid-19 di Graha Wisata TMII telah terisi penuh usai pada hari ini tercatat kedatangan 6 pasien. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho
Ambulans yang membawa pasien OTG Covid-19 tiba di Graha Wisata TMII, Jakarta, Selasa (22/6/2021). Lonjakan kasus aktif Corona menyebabkan kapasitas kamar isolasi pasien OTG Covid-19 di Graha Wisata TMII telah terisi penuh usai pada hari ini tercatat kedatangan 6 pasien. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Kasus infeksi virus Corona pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China Desember 2009. Dari kasus tersebut, virus bergerak cepat dan menjangkiti ribuan orang, tidak hanya di China tapi juga di luar negara tirai bambu tersebut.

2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan kasus Covid-19 pertama di Indonesia. Pengumuman dilakukan di Veranda Istana Merdeka.

Ada dua suspect yang terinfeksi Corona, keduanya adalah seorang ibu dan anak perempuannya. Mereka dirawat intensif di Rumah Sakit Penyakit Infeksi atau RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Kontak tracing dengan pasien Corona pun dilakukan pemerintah untuk mencegah penularan lebih luas. Dari hasil penelurusan, pasien positif Covid-19 terus meningkat.

Sepekan kemudian, kasus kematian akibat Covid-19 pertama kali dilaporkan pada 11 Maret 2020. Pasien merupakan seorang warga negara asing (WNA) yang termasuk pada kategori imported case virus Corona. Pengumuman disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Urusan Virus Corona, Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat

Yurianto mengatakan, pasien positif Covid-19 tersebut adalah perempuan berusia 53 tahun. Pasien tersebut masuk rumah sakit dalam keadaan sakit berat dan ada faktor penyakit mendahului di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun yang sudah cukup lama diderita.

Jumat 13 Maret 2020, Yurianto menyatakan pasien nomor 01 dan 03 sembuh dari Covid-19. Mereka sudah dibolehkan pulang dan meninggalkan ruang isolasi.

Pemerintah kemudian melakukan upaya-upaya penanganan Covid-19 yang penyebarannya kian meluas. Di antaranya dengan mengeluarkan sejumlah aturan guna menekan angka penyebaran virus Corona atau Covid-19. Aturan-aturan itu dikeluarkan baik dalam bentuk peraturan presiden (perpres), peraturan pemerintah (PP) hingga keputusan presiden (keppres)

Salah satunya Keppres Nomor 7 tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Keppres ini diteken Jokowi pada Jumat, 13 Maret 2020. Gugus Tugas yang saat ini diketuai oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo ini dibentuk dalam rangka menangani penyebaran virus Corona.

Gugus Tugas memiliki sejumlah tugas antara lain, melaksanakan rencana operasional percepatan penanangan virus Corona, mengkoordinasikan serta mengendalikan pelaksanaan kegiatan percepatan penanganan virus Corona.

Sementara itu, status keadaan tertentu darurat penanganan virus Corona di Tanah Air ternyata telah diberlakukan sejak 28 Januari sampai 28 Februari 2020. Status ditetapkan pada saat rapat koordinasi di Kementerian Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) saat membahas kepulangan WNI di Wuhan, China.

Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo menjelaskan, karena skala makin besar dan Presiden memerintahkan percepatan, maka diperpanjang dari 29 Februari sampai 29 Mei 2020. Sebab, daerah-daerah di tanah air belum ada yang menetapkan status darurat Covid-9 di wilayah masing-masing.

Agus Wibowo menjelaskan jika daerah sudah menetapkan status keadaan darurat, maka status keadaan tertentu darurat yang dikeluarkan BNPB tidak berlaku lagi.

Penanganan kasus virus corona (Covid 19) pun semakin intens dilakukan. Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mereduksi sekaligus memberikan pengobatan terhadap mereka yang terpapar Covid-19.

Berdasarkan situs covid19.go.id, sebanyak 140 rumah sakit di Tanah Air dijadikan rujukan untuk penanganan pasien Covid-19. Ada pula sejumlah tempat yang dijadikan rumah sakit darurat.

Salah satunya, pemerintah resmi menjadikan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, sebagai rumah sakit darurat untuk pasien Covid 19. Peresmian dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi, Senin 23 Maret 2020. Begitu dibuka, Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran langsung menerima pasien.

Ada pula Rumah Sakit Darurat di Pulau Galang, Kepulauan Riau. Pulau tersebut dulunya merupakan tempat penampungan warga Vietnam. Tempat tersebut telah dirapikan dan bisa menampung 460 pasien. Sejumlah tempat milik pemerintah lainnya juga dijadikan tempat isolasi pasien yang terpapar Covid-19.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel