Covid-19 RI Membaik, Jokowi: Kita Tetap Hati-hati, Terjadi Kenaikan Kasus Dunia

·Bacaan 2 menit
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) secara resmi meluncurkan logo baru dari Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) yang dipimpin Menteri BUMN Erick Thohir.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan bahwa meski situasi penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia makin membaik, namun harus tetap disikapi dengan hati-hati. Pasalnya, kasus positif Covid-19 di dunia mengalami kenaikan sekitar 2 persen dalam minggu ini.

Adapun kasus Covid-19 di Eropa naik hingga 23 persen pada pekan ini. Sementara, kasus positif virus corona di Amerika Selatan melonjak naik mencapai 13 persen.

"Inilah yang harus mengingatkan kita, bahwa kita harus tetap pada posisi hati-hati, pada posisi waspada karena dunia masih dihadapkan pada ketidakpastian. Sekali lagi, terjadi tren kenaikan kasus dunia," jelas Jokowi saat memberikan pengarahan kepada para kepala daerah se-Indonesia secara virtual di Istana Merdeka Jakarta, dikutip dari siaran pers, Selasa (26/10/2021).

Menurut dia, saat ini penanganan Covid-19 di Indonesia masih terkendali. Sejumlah indikator seperti tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy ratio (BOR), positivity rate, hingga laju reproduksi efektif (Rt) telah berada di bawah standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Selain itu, perkembangan kasus harian juga telah menurun drastis jika dibandingkan saat puncak penularan yang sempat mencapai 56 ribu kasus positif. Dalam empat hari terakhir, kasus harian relatif rendah yakni, 760 kasus pada 22 Oktober, 802 kasus pada 23 Oktober, 623 kasus pada 24 Oktober, dan 460 kasus pada 25 Oktober.

"Artinya, (kita) pada posisi yang baik, pada posisi yang rendah. Tetapi perlu saya ingatkan bahwa pandemi ini belum berakhir," kata Jokowi.

3 Faktor Kenaikan Kasus Covid-19

Di sisi lain, Jokowi menyebut 3 hal yang memicu terjadinya tren kenaikan kasus virus corona. Pertama, relaksasi yang terlalu cepat dan tidak melalui tahapan-tahapan.

Kedua, protokol kesehatan yang tidak disiplin lagi, misalnya kebijakan lepas masker di sejumlah negara. Ketiga, pembelajaran tatap muka di sekolah.

"Hati-hati juga mengenai sekolah, yaitu pembelajaran tatap muka. Tiga hal ini agar kita semuanya hati-hati," ujar Jokowi.

Oleh sebab itu, dia menekankan protokol kesehatan di sekolah harus dijalankan secara disiplin dan ketat. Khususnya, di sejumlah area seperti kantin dan tempat parkir.

"Kita juga perlu pengawasan lapangan. Manajemen pengawasan lapangan ini sangat diperlukan sehingga kejadian-kejadian yang ada di negara lain tidak terjadi di sini," tutur Jokowi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel