COVID-19 Varian Delta Diprediksi Dominasi Gelombang ke-3 RI

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Tri Yunis Miko memprediksi jika gelombang ke-3 COVID-19 terjadi, Virus Corona yang mendominasi adalah varian Delta.

“Kemungkinan virus yang mendominasi gelombang ke-3 jika terjadi adalah varian Delta,” ujar Tri kepada Health Liputan6.com pada Selasa, 9 November 2021.

Menurutnya, sejak Juli 2021, COVID-19 varian Delta memang paling banyak menginfeksi orang-orang di Indonesia.

Sedang, terkait perkembangan terkini varian Delta plus, Tri mengatakan bahwa setiap varian harus diwaspadai. Dia juga mengimbau untuk tidak hanya fokus pada varian Delta Plus tapi juga pada varian lokal yang bisa muncul.

“Jangan ditunggu yang Delta Plus, Indonesia juga akan muncul varian tersendiri, akan nongol kalau diperiksa. Sub varian Delta sekarang sudah ada di Malaysia, menurut saya di Indonesia juga sudah ada,” katanya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Imbauan Tri Yunis

Menghadapi akhir tahun, Tri mengimbau masyarakat untuk tidak berkerumun. Bepergian diperbolehkan, tapi tidak disertai pengabaian protokol kesehatan.

“Yang pertama jangan berkerumun, bukan jangan pergi-pergi, pergi silakan ke sungai ke hutan, tapi jangan berkerumun.”

Selain itu, saat merayakan tahun baru, masyarakat tidak dilarang untuk merayakannya. Namun, perayaan tersebut bisa dilakukan dengan aman yakni dengan keluarga masing-masing di rumah.

“Ciptakan tahun baru yang berkesan, perayaan tahun baru jangan dilarang tapi ya rayakannya sama keluarga saja.”

“Kemudian, Natalan juga bersama keluarga saja, jangan berkerumun, di mal-mal, pusat perbelanjaan, dan tempat wisata jangan sampai penuh. Cara biar enggak penuh ya masyarakat diminta untuk di rumah saja.”

Prediksi Gelombang ke-3

Sebelumnya, Tri menilai jika Gelombang ke-3 COVID-19 terjadi di akhir 2021, maka jumlahnya tak akan sebanyak gelombang pertama.

“Prediksi terkini gelombang ke-3 belum ada perubahan, sekarang trennya mulai naik walau belum akhir tahun, tapi kemungkinan gelombang ke-3 tidak akan lebih dari gelombang pertama.”

Menurutnya, kasus harian tertinggi gelombang pertama yang terjadi pada Januari 2021 adalah 18 ribu. Sedang, gelombang ke-2 yang terjadi pada Juli 2021 kasus harian tertingginya mencapai 54 ribu.

Prediksi Tri Yunis terkait gelombang-3 COVID-19 memiliki alasan tersendiri. Alasan pertama, saat ini banyak kasus yang ringan akibat banyaknya orang yang telah terinfeksi pada Juli.

“Orang yang terinfeksi pada Juli 2021 itu hampir 60 persen, kalau penduduk kita 227 juta 150 juta sudah terinfeksi.”

Seperti diketahui, antibodi tubuh bisa terbentuk oleh dua cara yakni vaksinasi dan infeksi. Maka dari itu alasan kedua prediksi Tri adalah terkait capaian vaksinasi yang tinggi.

“Vaksinasi sekarang yang kedua itu sudah 30 persen, yang dosis pertama sudah 60 persen. Menurut saya kalau dijumlah, yang vaksinasi 30 persen dan yang sudah terinfeksi 60 persen, jadi 90 persen orang sudah punya antibodi.”

“Jadi kalau kena COVID pun, gejalanya akan ringan,” pungkasnya.

Infografis Vaksin COVID-19 Booster, Butuh atau Enggak?

Infografis Vaksin Covid-19 Booster, Butuh atau Enggak? (Liputan6.com/Niman)
Infografis Vaksin Covid-19 Booster, Butuh atau Enggak? (Liputan6.com/Niman)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel