Covid-19 Varian India Bobol Jateng, Ini Perintah Gubernur Ganjar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo enggan berkomentar perihal tak diundangnya dia dalam HUT PDI Perjuangan di Panti Marhen, Kantor DPD PDI Jawa Tengah, di Kota Semarang, Sabtu (22/5/2021). Alih-alih merespons itu hangat itu, Ganjar lebih konsen ke penanganan Covid-19 varian India.

Perhatian khusus penanganan varian baru Covid-19 dari India yakni B.1617.2 dilakukan Gubernur, dalam pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Demak dan Sragen, di komplek kantor Gubernur, Jalan Pahlawan, Semarang.

Kepada Bupati terpilih, Ganjar mengungkapkan, hasil tes whole genome sequencing (WGS) yang dilakukan terhadap 13 anak buah kapal berkewargaan Filipina yang melakukan bongkar muat di Cilacap telah terkonfirmasi Covid-19 varian India.

Karenanya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta seluruh bupati dan wali kota mewaspadai munculnya varian baru Covid-19 itu. Ia meminta semua siaga, mengingat penyebarannya begitu cepat.

"Saya minta hati-hati, karena varian baru di Cilacap sudah muncul. Jangan sampai menyebar. Tidak hanya pada Bupati atau Wakil Bupati Demak dan Sragen, tapi saya minta semua kepala daerah waspada," kata Ganjar.

Ganjar mengatakan, Pemprov Jateng terus memantau tenaga kesehatan di RSUD Cilacap yang juga terkonfirmasi positif Covid-19. Untuk mengurangi penyebaran semua nakes telah diperiksa dan dilakukan tes WGS di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

"Kita belum tahu hasilnya, mudah-mudahan tidak. Tapi seandainya iya, maka ini bukti keganasan virus ini. Virus begitu cepatnya menyebar, dari sisi pasien dan nakes berhubungan, itu nakesnya bisa ketularan," ucap Ganjar.

"Maka saya kembali minta negara melakukan evaluasi. Hubungan bisnis dengan banyak negara yang punya varian baru, saran saya hentikan sementara," kata dia lagi.

**Ingat #PesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Kondisi 32 Nakes Terpapar Covid-19

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mengecek anak buah kapal yang melakukan bongkar muat di salah satu Pelabuhan. (Foto: Liputan6.com/Felek Wahyu)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mengecek anak buah kapal yang melakukan bongkar muat di salah satu Pelabuhan. (Foto: Liputan6.com/Felek Wahyu)

Kalau tidak bisa, maka SOP yang ada lanjut Ganjar harus benar-benar diperketat. Dan jika hal itu tidak bisa juga, maka Indonesia akan menghadapi risiko yang sangat berbahaya.

"Saya minta negara melakukan itu. Nanti saya rapat dengan pemerintah pusat, akan saya sampaikan terkait hal ini," dia menegaskan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur melantik pasangan Bupati dan Wakil Bupati Demak Estianah-Ali Maksun dan Bupati dan Wakil Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Suroto di Gedung Gradhika Bhakti Praja.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo menjelaskan, 13 ABK berkewarganegaraan Philipina dipastikan mengidap varian baru Covid-19 asal India, B.1617.2. Sementara 32 tenaga kesehatan di RSUD Cilacap yang juga terkonfirmasi positif, sedang dalam proses pemeriksaan.

"Mereka semua sudah diisolasi. Untuk nakes, sedang dilakukan pemeriksaan WGS dan ini sedang menunggu hasilnya. Mungkin dalam satu atau dua hari sudah keluar," kata Yulianto.

Selain itu, pihaknya juga melakukan tracing kontak terhadap keluarga nakes itu. Dan untuk pelayanan RSUD Cilacap, untuk sementara layanan rawat jalan ditutup.

"Untuk layanan rawat jalannya sementara ditutup sampai tanggal 26 Mei nanti. Kami lakukan sterilisasi tempat-tempat yang ada di sana," kata Yulianto.

Simak Video Pilihan Berikut Ini: