COYM ID, Tempatnya Para Ibu Generasi Y Berkumpul dan Berbagi Ilmu

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Untuk mendukung peran mulia seorang ibu, kini banyak bermunculan support group di masyarakat. Salah satunya adalah Circle of Young Mom atau yang lebih dikenal dengan COYM ID. Berbeda dengan parenting support group yang lain, komunitas ini diisi oleh para orangtua, khususnya ibu, yang lahir di antara tahun 1985-1993. Di mana, rentang waktu tersebut disebut sebagai Generasi Y.

Dihubungi oleh Fimela.com, Dila Meirisa, founder Circle of Young Mom, bercerita mengenai komunitas garapannya tersebut. "Komunitas ini bertujuan menghimpun ibu muda yang berdomisili di Jabodetabek dengan rentang usia kelahiran tahun 1985-1993," jelas Dila, dikutip dari Instagram Circle of Young Mom.

"Kami berdiri sejak tanggal 4 Mei 2015. Di mulai dari satu group di LINE Messanger, kami tumbuh perlahan menjadi komunitas kecil yang saling mendukung satu sama lain," imbuhnya.

Setiap harinya, para anggota COYM ID sharing mengenai tumbuh kembang anak dan daily life mereka. Kedekatan usia para ibu dan anak diharapkan bisa menciptakan ruang diskusi dan bertukar informasi yang luwes dan terbuka.

COYM ID saat sedang acara offline sebelum pandemi. (Sumber foto: Intsagram/coym.id)
COYM ID saat sedang acara offline sebelum pandemi. (Sumber foto: Intsagram/coym.id)

"Sharing tentang tumbuh kembang anak hingga daily life ibu muda kami lakukan di keseharian. Karena rentang usia kami tidak jauh berbeda, usia anak-anak kami pun tidak terpaut jauh. Itulah yang semakin mempererat diskusi ilmiah kami di dalam grup kecil ini, bertukar informasi ilmiah seputar ibu dan anak menjadi lebih menyenangkan dan terbuka," ujar Dila.

Terbukti dari aktivitas Circle of Young Mom di Instagram, yang kerap membagikan sharing kisah atau pengalaman kehidupan menjadi ibu atau istri. "Instagram CYOM sendiri awalnya untuk memfasilitasi curhatan ibu-ibu yang aku kemas jadi section CYOM Story, isinya cerita real dari ibu-ibu yang lagi melewati kisah hidup masing-masing, yang mungkin lagi dialami oleh ibu-ibu lain, yang mungkin nggak bisa cerita," ungkap Dila dihubungi lewat pesan singkat WhatsApp.

Sharing tersebut tidak hanya bisa diikuti oleh anggota Circle of Young Mom yang tergabung di grup WhatsApp, tapi juga bagi para followers Circle of Young Mom. "Konten-konten lain muncul ada juga yang terinspirasi dari curhatan teman-teman sendiri atau situasi sekarang ini. Bukan anggota COYM di grup WhatsApp juga boleh sharing cerita, ada beberapa followers di Instagram yang cerita," kata Dila.

Hingga saat ini, Circle of Young Mom belum ingin membuka cabang di luar kota Jabodetabek dengan beberapa pertimbangan. "Masih mempertimbangkan ada cabang di luar kota, karena masih mau diskusinya genuine di tujuan awal, yaitu jadi supporting group, karena intimacy dari anggotanya tetap terjaga," jelas ibu dua anak ini.

Selain itu, Circle of Young Mom juga tidak membuka penerimaan anggota baru dengan alasan intimacy. Hanya calon anggota yang memiliki mutual friends dengan anggota Circle of Young Mom yang boleh bergabung. "Dalam perkembangannya, aku sudah tidak lagi menerima anggota baru, ini sudah jadi close group yang boleh join itu yang ada mutual friend dengan anggota yang sudah ada," tandasnya.