Cristian Gonzales Buka Rahasia: Pernah Ikut Latihan di Persija Tahun 2005, tapi Batal Bergabung

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Cristian Gonzales menjadi satu di antara pemain yang mengenyam banyak kesuksesan di pentas Liga Indonesia. Pria berdarah Uruguay yang sudah menjadi WNI itu malang melintang bersama banyak klub.

Sejak pertama kali datang ke Indonesia di tahun 2003, pria yang akrab disapa El Loco itu tercatat sudah membela sembilan klub berbeda. Dimulai dari PSM Makassar, Persik Kediri, Persib Bandung, Persisam Putra Samarinda.

Lantas berseragam Arema, Madura United, PSS Sleman, PSIM Yogyakarta, dan saat ini bermain untuk Rans FC Cilegon. Lebih dari 300 gol ia cetak selama berkarier di Indonesia dengan berbagai gelar untuk klub maupun secara individu.

Namun siapa sangka selama berkarier di Liga Indonesia, pria yang akrab disapa El Loco tersebut ternyata pernah hampir saja berkostum Persija Jakarta. Tak banyak yang tahu ia nyaris menjadi bagian dari Macan Kemayoran (julukan Persija) pada tahun-tahun awal kariernya di Indonesia.

Kisahnya adalah saat Cristian Gonzales menjalani musim yang hebat bersama PSM Makassar pada tahun 2003. PSM sendiri adalah klub bertema El Loco di Indonesia sejak tiba dari Uruguay.

Di musim keduanya bersama PSM, ia dikenai sanksi oleh PSSI dan membuatnya absen selama satu tahun. Alhasil El Loco banyak menghabiskan waktu di rumahnya di Surabaya atas skorsing itu. Hingga akhirnya bertemu petinggi Persija kala itu, IGK Manilla dan sempat berlatih sekali.

"Saya hanya bermain beberapa laga di awal musim 2004 karena ada sanksi satu tahun dan pindah ke Surabaya. Saya tetap di Indonesia dan sempat ke Persija Jakarta dan ikut latihan satu kali. Sudah komunikasi dengan IGK Manilla tapi tidak ada kesepakatan," kenang Cristian Gonzales dalam kanal YouTube Hamka Hamzah Story.

Kenangan Ikut Seleksi

Pemain yang berjuluk El Loco ini terlihat cukup serius dan antusias saat menjalani latihan untuk menghadapi ujicoba ini. Begitupun dengan pemain lainnya yakni Syamsir Alam yang tak kalah semangat saat sesi latihan bersama RANS Cilegon FC. (Foto: Bola.com/Iwan Setiawan)
Pemain yang berjuluk El Loco ini terlihat cukup serius dan antusias saat menjalani latihan untuk menghadapi ujicoba ini. Begitupun dengan pemain lainnya yakni Syamsir Alam yang tak kalah semangat saat sesi latihan bersama RANS Cilegon FC. (Foto: Bola.com/Iwan Setiawan)

Sebagai pemain yang sudah malang melintang di banyak tim, El Loco masih ingat betul pada awal kedatangannya merintis karier di Indonesia. Yaitu pada tahun 2002 saat ia tahunya bakal langsung bergabung dengan PSM Makassar.

Bukannya langsung ke Makassar yang menjadi markas tim Juku Eja (julukan PSM), melainkan malah berada di Malang, Jawa Timur. Gonzales ternyata harus menjalani seleksi terlebih dahulu bersama beberapa pemain asal Amerika latin lainnya.

"Karena waktu itu tim belum berkumpul latihan. Ada juga beberapa pemain Chile dan Uruguay berlatih dulu di Malang. Sudah latihan keras, tapi menunggu kejelasan. Ternyata harus seleksi dulu, selama tiga Minggu, biar meyakinkan klub tidak salah rekrut," beber Gonzales.

Cristian Gonzales langsung moncer sebagai mesin gol untuk PSM pada tahun pertamanya di 2003. Duetnya dengan Oscar Aravena, mampu menghasilkan 59 gol untuk PSM. Oscar Aravena keluar sebagai topscorer dengan 31 gol, Gonzales mencetak 28 gol lainnya.

Gagal Kawinkan Gelar di 2006

Cristian Gonzales saat membela Persik Kediri. (Bola.com/Dody Iryawan)
Cristian Gonzales saat membela Persik Kediri. (Bola.com/Dody Iryawan)

Klub kedua Gonzales di Indonesia adalah Persik Kediri, setelah ia pindah dari PSM dan gagal bermain untuk Persija. Tak membutuhkan waktu lama baginya menggapai prestasi dengan tim berjulukan Macan Putih.

Di tahun 2006, El Loco mempersembahkan trofi juara Liga Indonesia. Persik menumbangkan PSIS Semarang dalam partai final yang digelar di Stadion Manahan Solo.

Pria kelahiran Montevideo, 30 Agustus 1976 tersebut menjadi pahlawan kemenangan Persik lewat gol tunggalnya di babak perpanjangan waktu. Memanfaatkan umpan matang Ebi Sukore, Gonzales mampu menaklukkan kiper I Komang Putra.

Gonzales sebenarnya berpeluang mengawinkan trofi pemain terbaik sebagai gelar individu di pertandingan itu. Namun gagal karena ia justru terkena kartu merah setelah mencetak gol, akibat ribut dengan striker PSIS, Emanuel De Porras.

"Setelah cetak gol, ada sedikit masalah dengan De Porras, jadi pemain terbaiknya didapat Maman Abdurahman. Tapi mengesankan karena gol itu satu-satunya peluang yang saya di pertandingan itu, karena selalu dikawal ketat bek PSIS," jelas Cristian Gonzales.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel