Crowdo dukung inisiatif pembiayaan berbasis lingkungan dan tata kelola

·Bacaan 1 menit

Platform pembiayaan digital, Crowdo, mendukung adanya inisiatif pembiayaan berbasis lingkungan, sosial dan tata kelola senilai Rp300 miliar yang dapat dimanfaatkan hingga 2022.

"Tujuan Crowdo adalah untuk memulai dengan mendukung dan mendanai sekitar 50 perusahaan yang sesuai dengan kriteria dampak sosial kami pada akhir tahun ini," kata Chief Commercial Officer Indonesia Daniel Silalahi dalam pernyataan di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan peluncuran produk pembiayaan baru ini sejalan dengan visi Crowdo untuk menggunakan solusi teknologi inovatif untuk mengangkat dan meningkatkan kehidupan masyarakat.

Beberapa area fokus utama dari lingkungan, sosial dan tata kelola ini juga nantinya mencakup kewirausahaan perempuan serta area lain yang berpotensi dan berdampak kepada kehidupan sosial yang positif.

"Dana tersebut akan digunakan oleh perusahaan yang memenuhi syarat untuk mengembangkan bisnis mereka, merangsang pekerjaan dan memperkuat kepatuhan lingkungan, sosial dan tata kelola mereka," katanya.

Terkait kewirausahaan perempuan, Crowdo juga nantinya akan menawarkan layanan konsultasi dan pendampingan bisnis serta menyelenggarakan acara dengan para pemimpin industri perempuan yang akan menjadi panutan bagi banyak calon pemilik bisnis perempuan.

"Kami berharap dapat berkolaborasi dengan berbagai kelompok dampak sosial, asosiasi industri, asosiasi pengusaha wanita untuk dapat bekerja sama untuk memberikan dampak yang lebih luas. Kami menyambut semua jenis kemitraan di sektor sosial, swasta, dan publik yang dapat berbagi tujuan bersama kami," katanya.


Baca juga: Ekonom: Kehadiran bank digital tambah kapasitas pembiayaan ke UMKM

Baca juga: LinkAja akuisisi iGrow permudah akses pembiayaan UMKM

Baca juga: Akulaku Finance dorong penguatan literasi pelaku UMKM

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel