Cuci Hidung dengan Larutan Garam, Bahaya? Ini Kata Ahli

·Bacaan 2 menit

VIVA – Segala cara dilakukan sejumlah masyarakat, untuk menangkal agar tidak terpapar COVID-19. Salah satunya dengan cara membasuh atau mencuci hidung dengan menggunakan air garam. Apakah itu, membahayakan kesehatan?.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Sumatera Utara, dr Aris Yudhariansyah menjelaskan, pintu masuk virus Corona ke dalam tubuh bukan hanya dari hidung.

"Itu hanya upaya-upaya paling tidak hanya menyelamatkan salah satu pintu saja. Untuk efektifitasnya juga gak bisa kita yakini bahwa itu bisa menolak virus untuk masuk masuk ke situ. Itu hanya salah satu upaya membersihkan salah satu pintu masuk virus ke tubuh manusia," ucap Aris kepada wartawan di Medan, Jumat 20 Agustus 2021.

Mencuci, membasuh ataupun membilas hidung dengan air garam atau larutan natrium klorida merupakan cara lama untuk mengobati penyakit hidung seperti sinusitis, rhinitis, infeksi saluran pernafasan atas.

Cara itu efektif untuk mengatasi hidung tersumbat dan alergi lantaran air garam bisa membersihkan alergen, lendir, yang dapat melembabkan selaput lendir.

Aris yang juga menjabat sebagai Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Sumut, mengungkapkan faktor orang terpapar COVID-19 melalui saluran pernafasan saja, yakni hidung. Tapi, bisa masuk lewat mata dan hidung.

"Tapi patut dicatat adalah pintu masuk itu bukan hanya dari hidung bisa dari mata bisa dari mulut," ucap Aris.

Aris menjelaskan di dalam rongga hidung terdapat saluran pernafasan dan saluran pencernaan. Ia mengungkapkan, apabila kegiatan mencuci hidung dengan larutan garam tidak dilakukan oleh orang profesional bisa berakibat fatal.

Aris tidak menyarankan masyarakat untuk melakukan membasuh atau mencuci hidung dengan menggunakan air garam secara berkelanjutan. Karena, akan berdampak dengan kesehatan.

"Oleh orang-orang yang tidak profesional cuci hidung dengan cara yang tidak dipahami. Wah bisa masuk ke saluran pernafasan akibatnya kan bisa jadi fatal," tutur Aris.

Ditemui secara terpisah, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumut, dr Ramlan Sitompul SpTHT-KL (K) mengatakan untuk membasuh atau cuci hidung (Spooling) menggunakan air garam harus dilakukan secara profesional oleh tenaga kesehatan. Tidak bisa sembarangan dilakukan oleh masyarakat awam.

"Sebenernya kita lebih mengutamakan cuci hidung bukan spooling-nya. Kalau spooling-nya harus ada indikasi medis dan spooling-nya itu harus diserahkan ke ahlinya, dibimbing ahlinya," ucap Ramlan.

Ramlan tak menyarankan jika spooling itu dilakukan secara massal sebagai upaya pencegahan dan penanganan COVID-19. Karena, upaya tersebut harus dikontrol oleh tenaga kesehatan yang paham spooling.

"Oh jangan, jangan secara massal, yang kita sarankan itu cuci hidung yang benar secara massal kalau spooling jangan karena harus ada indikasi medis," kata Ramlan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel