Cuitan 'Allahmu Lemah' Ferdinand Hutahaen Bikin Warganet Meradang

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Tagar #TangkapFerdinand menggema di media sosial, Rabu (5/1/2022), usai akun Twitter @FerdinandHaean3 milik politikus Ferdinand Hutahaen, melontarkan cuitan yang mengandung polemik. Tagar tersebut bahkan telah diperbincangkan hingga puluhan ribu orang dan menjadi trending topic di Indonesia.

Sebelumnya, akun tersebut melontarkan cuitan di Twitter yang berbunyi, "Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah, harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, Dialah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela."

Sontak cuitan tersebut langsung dibanjiri komentar nyinyir warganet. Tak jarang mereka meminta aparat penegak hukum untuk berlaku adil dengan menangkapnya sebagai pelaku penistaan agama.

"Pak Kapolri mohon orang ini Ferdinand Hutahaean diproses hukum dan masukkan ke penjara aja. Ini jelas dan meyakinkan PENISTAAN AGAMA ISLAM," tulis seorang warganet.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Klarifikasi dan Minta Maaf

Setelah ramai dan membuat gaduh media sosial, Ferdinand Hutahaen kemudian muncul kembali membuat klarifikasi. Rabu (5/1/2022) menuliskan di akun Twitternya @FerdinandHaean3, "Klarifikasi atas cuitan saya yang kemudian viral, semoga semua bisa paham. Bahwa sesungguhnya itu dialog antara pikiran dan hati saya yg sedang down. Bukan untuk menyasar kelompok tertentu dan agama tertentu. Saya mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Terimakasih."

Cuitan klarifikasi itu pun langsun dibombadir dengan beragam komentar warganet Indonesia. Terpantau usai 5 jam cuitan tersebut diunggah, sudah hampir dua ribu orang yang mengomtari cuitan klarifikasi tersebut.

"Dialog imajiner seharusnya gak perlu ditweet bang.. resapi dalam hati aja," komentar akun @orendra1.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel