Cuitan Elon Musk Bantu Saham Perusahaan Game Ini Makin Melonjak

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, New York - Meski sempat menutup ratusan toko beberapa tahun terakhir, saham GameStop melonjak naik satu pekan ini. Hingga Rabu 27 Januari 2021, saham berhasil melonjak lebih dari 100 persen.

Seperti dilansir dari CNBC, Kamis (28/1/2021), pada penutupan kemarin, saham GameStop berhasil mencapai USD 347,51 per lembar.

Peningkatan drastis yang dialami GameStop disinyalir memiliki kaitan dengan unggahan CEO Tesla, Elon Musk pada media sosial pribadinya, Selasa lalu. Melalui Twitter pribadinya, Ia secara terbuka menyebut telah membeli saham GameStop.

Selain itu, kenaikan saham juga dipicu investor ritel yang memutuskan mengambil short seller hedge fund dan bertaruh melawan perusahaan.

Tak hanya itu, saham juga meningkat karena adanya penanaman modal dari Social Capital, bernama Chamath Palihapitiya.

Sebelumnya, saham GameStop tahun ini diperkirakan mengalami kerugian karena pandemi yang terjadi membuat masyarakat enggan berbelanja kebutuhan games.

Tak hanya menjual game, perusahaan ini menjual mainan, seperti Star Wars dan patung Funko (FNKO). Hal ini dilakukan untuk menarik pembeli mengunjungi toko.

Penutupan Wall Street pada 27 Januari 2021

Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah tajam pada perdagangan Rabu waktu setempat seiring laba perusahaan yang mengecewakan.

Selain itu, pelaku pasar juga khawatir terhadap meningkatnya aktivitas perdagangan spekulatif yang semakin dalam.Pada penutupan wall street, Rabu, 27 Januari 2021, indeks saham Dow Jones melemah 633,87 poin atau 2,1 persen menjadi 30.303,17.

Penurunan indeks saham Dow Jones ini terburuk sejak 28 Oktober. Indeks saham S&P 500 merosot 2,6 persen menjadi 3.750,77, tergelincir dari rekor tertinggi dan alami penurunan terbesar dalam tiga bulan.Penurunan tajam pada Rabu waktu setempat menghapus keuntungan pada 2021 untuk indeks saham S&P 500. Sementara itu, indeks saham Nasdaq merosot 2,6 persen menjadi 13.270,60.

Saham Boeing turun empat persen setelah melaporkan rugi bersih pada 2020 mencapai rekor USD 11,9 miliar di tengah larangan terbang 737 MAX dan pandemi COVID-19.

Saham AMD anjlok lebih dari enam perseroan setelah produsen chip itu membukukan pendapatan dan laba yang mengalahkan harapan pasar. Saham Microsoft naik 0,3 persen setelah melaporkan penjualan tumbuh 17 persen secara kuartalan dengan didukung bisnis cloud.Sementara itu, keputusan the Federal Reserve gagal membendung aksi jual bahkan ketika mempertahankan suku bunga mendekati nol. Bank sentral AS juga mempertahankan program pembelian aset setidaknya USD 120 miliar dalam sebulan.

Akan tetapi, aksi spekulatif yang semakin intensif di antara investor ritel menyebabkan kekhawatiran paling besar. Saham GameStop dan AMC Entertainment terus didorong lebih tinggi oleh pelaku pasar di ruang obrolan online.

Beberapa investor khawatir tentang kerugian yang meningkat dengan dana lindung nilai yang beralih ke pasar lain karena perusahaan sekuritas menjual untuk mengumpulkan dana tunai. Investor juga khawatir, perilaku spekulatif merupakan pertanda pasar dinilai terlalu tinggi dan tekanan terhadap pasar saham sudah dekat.

"Kami telah berlari begitu banyak dan ini adalah aksi ambil untung yang sehat. Telah terjadi pencairan dana yang luar biasa dalam dua bulan terakhir. Saat pasar naik, Anda akan melihat perilaku spekulatif dari banyak investor,” ujar Pendiri Astoria Portfolio Advisors, John Davi, seperti dilansir dari CNBC, Kamis, 28 Januari 2021.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini