Cukai Rokok Elektrik Naik 15 Persen, Asosiasi: Industri Masih Bayi Sudah Diborgol

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah memutuskan untuk menaikkan tarif cukai rokok elektrik dan produk hasil pengolahan hasil tembakau lainnya (HPTL). Untuk rokok elektrik, kenaikan tarif cukai akan terus berlangsung setiap tahun selama lima tahun ke depan. Detailnya, cukai dari rokok elektronik akan naik rata-rata 15 persen dan untuk HTPL sebesar 6 persen.

Ketua Umum Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Aryo Andrianto mempertanyakan pertimbangan pemerintah menaikkan cukai rokok elektrik. Dia menuturkan, cukai tinggi harusnya dibebankan kepada produk dengan risiko tinggi.

Sementara rokok elektrik menurut Aryo tidak lebih berisiko dibandingkan dengan rokok konvensional. Namun, cukai yang ditetapkan untuk rokok elektrik justru lebih tinggi.

"Kita bisa lihat risikonya rokok elektrik Ini lebih kecil dibanding rokok konvensional, rokok konvensional dikasih kenaikan 10 persen sedangkan kita rokok elektrik dikasih 15 persen dan ditetapkan 5 tahun ada terus, ada terus, ada terus," ujar Aryo kepada merdeka.com, Jumat (4/11).

Dia pun berharap agar Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian bersama-sama membuat studi tentang rokok elektrik.

Dia menuturkan, pembebanan cukai terhadap rokok listrik sangat baru, yakni 2018. Meski dia tak menampik industri rokok elektrik dimulai pada 2013. Namun di samping itu, Aryo menyampaikan bahwa keputusan pemerintah tetap mengecewakan bagi APVI.

"Industri yang bisa dibilang masih sangat bayi tapi sudah diborgol kiri kanan," ucapnya.

"Seharusnya ini industri yang menjadi solusi yang harusnya kita sama-sama pertimbangkan dan bisa menjadi solusi bersama," pungkasnya.

Alasan Pemerintah

Sementara itu, Presiden Jokowi juga meminta agar kenaikan tarif tidak hanya berlaku pada cukai rokok, tetapi juga rokok elektrik dan produk hasil pengolahan hasil tembakau lainnya (HPTL). Untuk rokok elektrik, kenaikan tarif cukai akan terus berlangsung setiap tahun selama lima tahun ke depan.

"Hari ini juga diputuskan untuk meningkatkan cukai dari rokok elektronik yaitu rata-rata 15 persen untuk rokok elektrik dan 6 persen untuk HTPL. Ini berlaku, setiap tahun naik 15 persen, selama 5 tahun ke depan," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani usai mengikuti rapat bersama Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (3/11).

Dalam penetapan cukai rokok, Sri Mulyani menjelaskan bahwa pemerintah menyusun instrumen cukai dengan mempertimbangkan sejumlah aspek mulai dari tenaga kerja pertanian hingga industri rokok.

Di samping itu, pemerintah juga memperhatikan target penurunan prevalensi perokok anak usia 10-18 tahun menjadi 8,7 persen yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024. [idr]