Curah Hujan Jakarta Normal, Banjir Tetap Mengintai

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan curah hujan tinggi masih mungkin terjadi di kawasan Puncak dan Bogor sepanjang Januari dan Februari. Langit Jakarta dilintasi daerah pembentukan awan hujan. Banjir masih mengintai Jakarta.

Kawasan Jakarta diprediksi mengalami puncak musim hujan sepanjang Januari dan Februari. Selama periode ini, curah hujan bulanan berada pada kisaran normal antara 200-300 milimeter.

Lain cerita dengan daerah Bogor dan Puncak. Di dua kawasan yang menjadi hulu sungai-sungai yang mengalir di Jakarta, curah hujan bulanan akan lebih tinggi dari normal yaitu sekitar 300-400 milimeter.

"Kawasan hulu mengalami peningkatan curah hujan sehingga berdampak pada Jakarta" ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG Soepriyo, pada saat jumpa pers di kantornya, Rabu, 16 Januari 2013.

BMKG tidak bisa memastikan apakah hujan sepanjang Januari akan turun sporadis atau merata. Jika hujan turun terkonsentrasi pada beberapa hari dalam satu bulan, genangan bisa mengancam beberapa titik rawan banjir di Jakarta.

Namun hujan di Jakarta bisa mengalami peningkatan dalam beberapa hari mendatang. Pasalnya, hari ini BMKG mengamati terbentuknya kawasan pertemuan angin yang memanjang dari Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua bagian selatan. Zona konvergensi di atmosfer ini membawa uap air dari Samudra India dan perairan Indonesia. "Sebaran uap air ini berpotensi menimbulkan hujan," ujar dia. BMKG masih memantau kawasan konvergensi ini sehingga belum bisa memperkirakan sampai kapan uap air tertahan di atas Jakarta.

Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Mulyono Prabowo mengatakan, Curah hujan harian tertinggi di Jakarta terjadi kemarin dan Rabu pagi ini yaitu sekitar 100 milimeter. Angka ini masih rendah dibandingkan rekor curah hujan tertinggi dalam satu hari yang terjadi pada Januari 2007 yang mencapai 340 milimeter. Sementara curah hujan harian tertinggi dalam satu tahun terakhir di Jakarta terjadi pada Desember lalu yang mencapai 180 milimeter.

Meski hujan tercurah dalam intensitas tak terlalu tinggi, kata dia, hujan tersebar merata di seluruh Jakarta. Akibatnya terjadi orkestra alam yang menimbulkan genangan air di banyak titik di Jakarta. Tambahan limpasan air dari hulu juga membuat banjir semakin besar. "Pasang naik juga terjadi sehingga banyak daerah di Jakarta menderita banjir," kata Prabowo.

ANTON WILLIAM

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.