Curah Hujan Maksimum Akan Terjadi di Wilayah Indonesia hingga Akhir Tahun 2021

Liputan6.com, Bandung - Tim Variabilitas Iklim dan Awal Musim Pusat Riset Sains dan Teknologi Atmosfer, Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (TIVIAM PRSTA-ORPA BRIN), memperkirakan curah hujan maksimum akan terjadi hingga Desember 2021 di wilayah Indonesia.

Menurut Peneliti Klimatologi TIVIAM PRSTA-ORPA BRIN Erma Yulihastin, berdasarkan ikhtisar variabilitas iklim Agustus 2021, hujan di selatan Indonesia memerlihatkan sinyal musim kemarau yang ditunjukkan melalui curah hujan minimum.

"Meskipun demikian, hujan di bagian utara Indonesia mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan bulan Juli dan rata-rata hujan bulan Agustus," ujar Erma kepada Liputan6.com di Bandung, Jumat (10/9/2021).

Erma mengatakan, hal ini juga dibuktikan dengan konsentrasi uap air yang tinggi di utara-barat Indonesia.

Erma menjelaskan, konsentrasi kelembapan di utara-barat Indonesia berhubungan dengan pembentukan vorteks di Samudra Hindia, aktivitas gelombang Madden Julian Oscillation (MJO) fase 2 dan 3 di Samudra Hindia, serta anomali monsun musim panas Asia, yang mengalami perluasan hingga menjangkau bagian utara wilayah Indonesia.

"Selain itu, aktivitas gelombang meridional yang berkaitan dengan monsun musim panas Asia, yaitu Boreal Summer Intraseasonal Oscillation (BSISO1), berada pada fase 3 di Samudra Hindia," kata Erma.

Adanya hal itu berpotensi meningkatkan aktivitas konvektif di Samudera Hindia dan memengaruhi pembentukan hujan di sebagian Sumatera.

Selain itu lanjut Erma, aktivitas gelombang Kelvin di laut dan di atmosfer diprediksi mengalami penguatan seiring dengan penjalaran gelombang Equatorial Rossby (ER) sejak Agustus dan diprediksi terjadi hingga Februari 2022.

"Pada akhir bulan Agustus tercatat terjadi bencana banjir di Kalimantan tengah dan timur karena hujan persisten yang terjadi dan berasosiasi dengan pertemuan gelombang atmosfer ekuator Kelvin dan Rossby," terang Erma.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Hujan Merata pada Desember

Erma menuturkan hujan maksimum selama September terkonsentrasi di pesisir barat Sumatera bagian utara, Kalimantan bagian utara dan timur, Sulawesi bagian utara dan timur, dan Papua bagian utara.

Meski demikian, prediksi akumulasi curah hujan bulanan menunjukkan hujan maksimum dan merata di seluruh wilayah Indonesia akan terjadi pada Desember 2021.

"Pada Januari-Februari 2022 di barat Indonesia cenderung mengalami penurunan jika dibandingkan Desember 2021," ucap Erma.

Sebaliknya, kondisi anomali yang lebih basah diprediksi terjadi di bagian timur Indonesia yang merupakan akibat dari pergerakan konveksi secara zonal dari barat ke timur.

Wilayah Indonesia bagian utara atau sekitar wilayah ekuator ke utara, kemungkinan besar sudah memasuki musim hujan pada September 2021.

"Sedangkan untuk Jawa dan Nusa Tenggara masih mengalami musim kemarau pada bulan September 2021," sebut Erma.

Erma menambahkan musim hujan ini berangsur-angsur menjalar dari wilayah barat daya Indonesia, seperti di Sumatera bagian selatan dan Jawa bagian barat ke arah timur seperti wilayah Nusa Tenggara.

"Seluruh wilayah Indonesia masuk musim hujan sepenuhnya pada bulan Desember 2021," ungkap Erma.

Curah Hujan di September

Beberapa wilayah yang perlu dipantau pada September 2021 adalah Aceh, pantai barat Sumatera, Kalimantan barat dan utara, Sulawesi Barat, Maluku bagian selatan sekitar Ambon dan daerah pegunungan Papua.

Alasannya seluruh daerah tersebut mempunyai probabilitas sangat tinggi untuk mendapat curah hujan deras yang dapat menimbulkan banjir dan tanah longsor.

"Sementara untuk antisipasi bencana kebakaran hutan, wilayah Sumatra bagian timur dan Kalimantan bagian barat perlu dipantau mulai bulan September 2021," tutur Erma.

Seluruh wilayah itu mempunyai probabilitas tinggi untuk mengalami suhu tinggi di atas 32 derajat Celcius.

Kondisi adanya angin kencang dan gelombang laut yang tinggi, kemungkinan besar terjadi di perairan selatan Jawa, Laut Arafuru dan Laut Banda pada bulan September 2021 hingga Oktober 2021.

Sedangkan Laut Jawa mempunyai kemungkinan yang tidak begitu tinggi antara 40 persen dan 80 persen untuk mengalami angin kencang dan gelombang laut tinggi pada bulan September 2021.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel