Curah Hujan Tinggi, Ambon Dikepung Banjir dan Longsor

·Bacaan 2 menit

VIVA – Hujan deras dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur pulau Ambon sejak sabtu hingga Minggu, 4 Juli kemarin, mengakibatkan sejumlah wilayah terendam banjir. Sejumlah permukiman di Ambon pun dikepung longsor.

Pantauan VIVA, di RT 02 RW 16, Kawasan Ahuru, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, tampak terlihat air merendam ratusan permukiman warga.

Menurut warga banjir di permukiman warga ini berasal dari sungai ahuru yang meluap sehingga merendam rumah-rumah mereka. Derasnya air sungai mengakibatkan air menerobos talud pembatas sungai ahuru sehingga masuk ke pemukiman warga.

“Luapan air sungai membuat banjir merendam rumah kami, hingga sudah hancur. Material semua masuk. Ini terjadi Minggu pagi,”kata warga setempat, Ridwan.

Menurutnya, akibat benjir yang terjadi puluhan warga telah mengungsi ke lokasi yang aman. Sebagian kata dia akan dievakuasi jika hujan lebat terus mengguyur wilayah Ambon.

“Kami (warga ahuru) masih terus berjaga-jaga lantaran hujan masih lebat dan terus mengguyur pulau ambon hingga minggu malam. Sebagian warga di lokasi ini telah mengungsi dan mengamankan barang mereka ke lokasi yang aman,” ungkapnya.

Baca juga: Diskon Tarif Listrik Diperpanjang, Intip Ketentuan PLN

Meski beberapa kali telah dibangun talud pembatas dan juga bendungan, namun kata Ridwan, banjir masih terus terjadi jika datang musim penghujan. Ia berharap pemerintah harus melakukan pengerukan pada sungai, agar aliran sungai bisa berjalan dengan normal.

“Pemerintah kami berharap agar lakukan dulu pengerukan, agar material lumpur maupun batu bisa diangkat, kalau tidak percuma saja membangun talud karena setiap banjir pasti debit air naik dan menerobos talud pembatas,”ungkpnya.

RT 02 RW 16, Kawasan Ahuru, menurut warga setempat merupakan salah satu yang sangat rawan dengan bencana banjir setiap musim penghujan. Kondisi ini lantaran daerah mereka berada di antara pertemuan dua sungai.

Selain Kawasan Ahuru, banjir juga merendam sejumlah lokasi di Ambon seperti permukiman Desa Passo, Desa Waiheru, serta Desa Batu Merah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, Demi Paais saat dikonfirmasi mengatakan, dampak dari curah hujan tinggi menyebabkan terjadi bencana banjir di sejumlah lokasi di Ambon.

“Dari data kami, titik banjir terjadi di kawasan Cokro DesaWaiheru, kampung Rinjani RT 02 RW 16, Kawasan Ahuru, dan Lokasi Batu Merah Dalam, Desa Baru Merah,” ucapnya.

Paais juga merincikan dampak curah hujan yang tinggi menyebabkan terjadi bencana longsor di 27 titik di kota ambon seperti permukiman warga di desa Nania, Kecamatan Ambon Baguala, keluarahan Amantelu, Desa Batu Merah, Skip Kelurahan Batu Meja, Desa Passo, Kelurahan batu Gajah, dan Keluarahan Karang Panjang.

“Longsor di badan jalan juga terjadi di tanjakan menuju perkampungan warga Taeno, Desa Rumah Tiga dan dusun Toisapu Desa Hutumuri,” katanya.

Laporan Christ Belseran-Usman Mahu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel