Curah Hujan Tinggi, Peluncuran Pabrik Minyak Makan Merah Diundur ke Januari 2023

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Koperasi dan UKM, menargetkan grand launching atau peluncuran pabrik minyak makan merah dilaksanakan pada Januari 2023. Target ini mundur dari rencana awal yaitu di Oktober 2022. Hal ini karena curah hujan di Sumatera sangat tinggi.

Sebagaimana diketahui, Kemenkop UKM bersama PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III akan membangun piloting pabrik di 3 lokasi. Yakni, di Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Asahan, dan Kabupaten Langkat. Ketiga lokasi ini berada di Sumatera Utara.

"Secara sipil ini satu problem, tapi InsyaAllah secara teknis di lapangan sudah antisipasi sejauh ini kita masih optimis kita dapat selesaikan Januari. Nanti juga akan grand launching," ucap Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi, Selasa (8/11)

Zabadi mengatakan, pada grand launching nanti Kementerian Koperasi dan UKM juga akan menetapkan harga jual minyak makan merah. Selama belum ada produksi, harga tetap minyak makan merah belum tersedia.

Namun, Zabadi menekankan bahwa harga minyak makan merah produksi koperasi sawit berkisar di harga Rp9.000-Rp12.000 per liter. Kisaran harga minyak makan merah memang lebih murah dibandingkan minyak goreng sawit yang beredar di pasaran saat ini, lantaran biaya transportasi dan logistik dapat ditekan.

Posisi Pabrik

Zabadi menjelaskan, pabrik minyak makan merah letaknya tidak jauh dari sumber bahan mentah, kelapa sawit.

Selain itu dia juga menyampaikan, bahwa minyak makan merah yang diproduksi oleh koperasi sawit telah tersertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Dalam keterangan dari sertitikat SNI tersebut, produsen minyak makan merah adalah yang tergabung dalam koperasi sawit.

"Kalau ada produk yang dihasilkan non koperasi, bisa kita pastikan bahwa itu ilegal karena SNI-nya menyebutkan seperti itu," pungkasnya. [idr]