Curah Hujan Tinggi, Waspada Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru

Dedy Priatmojo, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Status erupsi Gunung Semeru kini di level II waspada. Sampai saat ini gunung setinggi 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) itu masih mengeluarkan lava pijar dan awan panas. Hanya saja guguran saat ini tidak sedahsyat 30 November lalu yang mencapai 3 ribu meter.

Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik, BPBD Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo, mengatakan warga seluruhnya telah kembali ke rumah masing-masing. Namun, karena kondisi di sekitar Semeru masih hujan warga dimintai untuk mewaspadai sisa material erupsi Gunung Semeru.

"Sekarang ini hujan dan perlu diwaspadai karena ada sisa material di Curah Kobokan. Material guguran awan panas kemarin itu dikhawatirkan takut banjir. Karena hujan tak mereda dan air melebar bisa ikut (sisa material) banjir lahar dingin," kata Wawan, Kamis 3 Desember 2020.

Wawan mengatakan, warga harus tetap waspada akan potensi banjir lahar dingin. Sebab, dalam peta kebencanaan banjir lahar dingin akibat hujan deras di aliran sungai Curah Kobokan bisa sampai ke Kecamatan Pasirian, Lumajang.

"Aliran banjir lahar dingin akibat hujan deras bisa sampai ke Kecamatan Pasirian. Sekarang tim sudah siaga di titik-titik banjir lahar dingin. Mengalir di sungai Curah Kobokan bila hujan lebat terus menerus. Sekarang intensitas (hujan) sedang," ujar Wawan.

Wawan mengingatkan warga yang mulai meninggalkan posko pengungsian menuju rumah sendiri untuk selalu waspada ketika personel mengirimkan sinyal untuk evakuasi. Status Gunung Semeru kini level II waspada namun aktivitas vulkanologinya masih fluktuatif. Sehingga warga diminta tetap waspada.

"Warga diminta waspada dan bila nanti ada tim meminta evakuasi maka diminta menurut dan patuh mau dievakuasi. Warga juga diminta menjauh dari kawasan aliran sungai (Curah Kobokan)," tutur Wawan.

Meski ratusan pengungsi meninggalkan posko menuju rumah masing-masing. Petugas dari TNI, Relawan, Basarnas, dan Tim Reaksi Cepat BPBD Lumajang masih bertahan di titik-titik yang dianggap rawan. Status siaga erupsi Gunung Semeru diberlakukan hingga 7 Desember 2020.

"Di setiap titik yang dianggap rawan sudah ditempatkan petugas TNI, relawan, Basarnas dan TRC BPBD. 6 truk standby di posko, di tiap lokasi ada 1 truk. Status siaga sampai tanggap darurat pada 7 Desember," ujar Wawan. (ren)