Curahan Hati Putri Candrawathi: Tuhan Izinkan Saya Kembali Memeluk Putra-Putri

Merdeka.com - Merdeka.com - Terdakwa Putri Candrawathi mencurahkan seluruh isi hatinya selama menghadapi perkara pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Putri mengungkapkan salah satu keinginannya bisa kembali berkumpul bersama keluarga, terkhusus anak-anaknya.

Lewat nota pembelaan atau pleidoinya, Putri mencoba menggugah hati dari majelis hakim atas kondisinya yang harus ikut terseret dalam perkara dugaan pembunuhan berencana Brigadir J. Dalam kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J, Putri dituntut delapan tahun penjara dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Membacakan sebuah surat, sebuah nota pembelaan pribadi. Semoga, pembelaan ini dapat didengar secara utuh dan dipertimbangkan dengan jernih sebelum terlalu jauh menghakimi saya atas segala tuduhan kesalahan yang tidak pernah saya lakukan," kata Putri saat membacakan pleidoi dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (25/1).

Dengan nada terbata-taba, Putri yang merasa mendapat tekanan berat selama berada di balik jeruji besi tahanan Kejaksaan Agung (Kejagung) Cabang Salemba. Putri meluapkan semua perasaan dengan kondisinya yang harus terpisah dengan anak maupun suaminya Ferdy Sambo.

"Dari seorang perempuan yang disakiti dan dihujam jutaan tuduhan, stigma, fitnah atas apa yang tidak pernah dilakukan. Sebuah Nota Pembelaan seorang Ibu yang dipisahkan paksa dari anak-anaknya hanya dengan dasar tuduhan yang rapuh dan mengada-ada," kata Putri.

"Huruf demi huruf dan setiap kata yang saya tuangkan di sini mengalir membawa ingatan pada orang-orang tersayang di luar sana. Khususnya Anak-anak di rumah dan di sekolah, suami yang telah seratusan hari berpisah sejak ditahan di Mako Brimob, hingga orang tua dan seluruh sahabat yang juga ikut merasakan derita yang kami alami," imbuh dia.

Atas kondisi itu, Putri turut memohon agar majelis hakim dapat melihat secara objektif kondisinya dengan pertimbangan hukuman dapat dijatuhkan seadil-adilnya. Agar bisa kembali berkumpul bersama anak-anak mereka.

"Majelis Hakim yang Mulia, kalau lah boleh saya berharap, jika Tuhan mengizinkan, semoga saya bisa kembali memeluk putra-putri saya. Pelukan yang paling dalam. Merasakan hangat tubuh mereka," ucap Putri.

Putri dan Ferdy Sambo diketahui memiliki empat anak. Anak pertama perempuan berusia 21 tahun. Anak kedua laki-laki berumur 17 tahun termasuk anak ketiga. Sementara anak terakhir masih balita berusia 1,5 tahun.

"Dalam kasih-sayang seorang Ibu. Yang Mulia, apa yang saya sampaikan di surat ini bukanlah pembenaran ataupun sangkalan terhadap peristiwa kematian seseorang, sesuatu yang tidak pernah saya inginkan, sedikitpun tidak pernah," sambung dia.

Putri Candrawathi Dituntut 8 Tahun Penjara

Putri Candrawathi diketahui dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) 8 tahun penjara terkait pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Putri Candrawathi dinilai Jaksa terbukti meyakinkan bersama-sama melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Jaksa mengatakan, seluruh unsur dalam Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat ke-1 telah terpenuhi berdasarkan hukum.

Dengan demikian, dakwaan subsider tidak perlu dibuktikan. Putri dinilai ikut dalam perencanaan pembunuhan Brigadir J dan tidak berusaha mengingatkan dan menghentikan niat suaminya yang sudah didampingi puluhan tahun hingga menjadi pejabat Polri.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa penjara 8 tahun dipotong masa tahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan," ujar Jaksa saat membacakan tuntutan dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta, Rabu (18/1). [gil]