Curhat Ander Herrera Setelah Dibuang Oleh MU ke PSG

Muhammad Nurhendra Saputra
·Bacaan 1 menit

VIVA – Gelandang Paris Saint-Germain (PSG) Ander Herrera bercerita pernah dibuang oleh Manchester United. Pemain internasional Spanyol ini menilai, MU tidak memiliki rasa cinta kepada dirinya.

Herrera memiliki kesempatan untuk menujukkan penyesalan MU karena telah membuangnya. PSG akan menjadi MU di matchday 1 Liga Champions di Parc Des Princes, Rabu, 21 Oktober 2020 dini hari WIB.

Herrera mengatakan, ia sebenarnya tidak ingin meninggalkan MU. Tapi The Red Devils tidak menunjukkan rasa keinginan untuk memperpanjang kontraknya.

Herrera bergabung dengan PSG pada musim panas 2019 lalu, setelah gagal bernegosiasi dengan MU untuk perpanjangan kontrak. Pemain berusia 31 tahun tersebut sudah meraih empat trofi bersama PSG.

"Niat saya adalah tidak meninggalkan MU, dan saya bahagia di sana. Sama seperti saya juga bahagia di sini," kata Herrera dikutip dari Skysport.

"Sudah bukan rahasia lagi. Saya berusaha untuk bernegosiasi selama satu tahun, tapi saya mengharapkan lebih dari dewan setelag tiga musim di Old Trafford. Mereka tidak mendatangani saya musim panas itu, mereka bahkan tidak menghubungi saya, Itu menyakitkan bagi saya, karena saya merasa telah memberikan segalanya," tambah Herrera.

Gelandang Paris Saint-Germain, Ander Herrera
Gelandang Paris Saint-Germain, Ander Herrera

Baca juga: Cavani Tolak Main di Laga PSG Vs MU

Meski merasa terbuang oleh MU, namun Herrera tidak memiliki rasa dendam.

"Saya tahu mereka menginginkan yang terbaik bagi MU, tetapi dalam sepakbola dalam kehidupan di setiap perushaan di dunia terkadang tidak berpikir cara yang sama dan saya menghormatinya," jelasnya.

"Jika saya bertemu wakil eksekutif MU, Ed Woodward saya akan memeluknya. Kami hanya memiiki perbedaan pendapat tentang MU. Saya hanya ingin memastikan tidak ada masalah pribadi sama sekali. Saya sangat menghormati Ed Woodard," katanya.