Curhat Beauty Blogger Agnes Oryza Sempat Benci Rambutnya

Rochimawati, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Fisik yang sempurna kerap dianggap menjadi faktor penunjang kepercayaan diri seorang perempuan. Tak heran, penilaian ini membuat banyak perempuan berlomba-lomba untuk bisa tampil cantik dan menawan, seperti yang dirasakan oleh selebgram sekaligus beauty enthusiast, Agnes Oryza.

Perjalanannya untuk bisa membangun kepercayaan diri ternyata bukan hal yang mudah. Diakui Agnes, beberapa bagian tubuhnya kerap membuatnya tak percaya diri dan diubah dengan berbagai cara. Seperti rambut ikal yang menjadi ciri khasnya saat ini.

"Perjalanan aku dulu, sangat benci rambut aku. Kayak bener-bener, kenapa aku berbeda dengan orang lain sampai akhirnya aku rebonding terus selama enam tahun agar diterima sama teman-teman aku. Tapi aku lelah. Ternyata aku lelah karena aku selalu penuhi ekspektasi orang," tutur Agnes, dalam acara virtual peluncuran #RevlonIsMe Campaign, baru-baru ini.

Tak berhenti di situ, Agnes juga merasa kekurangan kepercayaan dirinya lantaran bentuk payudara yang tak sesuai keinginan. Hal itu membuatnya berniat untuk mengubah bentuknya, tapi segera diurungkan.

"Kepikiran untuk mengubahnya segala macam. Cuma ujung-ujungnya bersyukur saja yang penting aku sehat," ujar Agnes.

Untuk mendapatkan kepercayaan dirinya, Agnes mengaku lebih banyak bersyukur dengan melihat banyak hal positif di hidup. Serta, melengkapi kebutuhannya untuk merias wajah agar tetap bisa lebih percaya diri. Apa saja sih riasan favorit Agnes?

"Yang paling penting ada di tas aku itu lipstik karena bisa instan mengubah penampilan. Yang kedua, bedak untuk mengurangi kilap berlebih di wajah. Bikin tekstur dan warna kulit terlihat lebih merata. Sisanya, kertas minyak karena kulitku berminyak," kata dia.

Agnes Oryza pun berpesan agar sesama perempuan selalu saling mendukung untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman. Untuk itu, ia mengajak tiap perempuan lebih menerima kekurangannya dan berpikir lebih positif.

"Mari berusaha atau menerima kekurangan diri. Kita sering jahat terhadap diri sendiri dengan bilang: Aku enggak bisa melakukan ini. Padahal kita bisa mengubah pemikiran dengan berkata: Aku bisa tapi aku butuh waktu lebih," katanya.

Senada, General Manager Sales and Marketing Revlon Indonesia, Deby Wibisana, menegaskan bahwa dorongan agar perempuan saling mendukung dan menghargai kecantikan yang beragam merupakan dasar dari kampanye #RevlonIsMe.

Dengan begitu, perempuan akan makin mecintai diri sendiri sehingga lebih mampu memotivasi sesamanya yang sejalan dengan kampanye Women Supporting Women.

"Kami ingin setiap perempuan menerima kecantikan dan keseluruhan dirinya apa adanya, menjadikannya bekal untuk berkembang dan menunjukkan yang terbaik,” kata Deby.