Curhat di Video Podcast, SBY: Kini Politik Tanpa Dasar Kebenaran

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY mengeluarkan semua uneg-unegnya dalam curhat panjang berbentuk video podcast berjudul 'Kebenaran dan Keadilan Datangnya Sering Lambat, tapi Pasti'.

Dalam podcast ini, SBY menyampaikan hasil kontemplasinya terkait kisruh KLB Demokrat. Salah satu pernyataan SBY menyatakan langkah yang diambil AHY dkk sudah tepat yakni terus memperjuangkan Demokrat.

“Tidakkah para pemimpin partai yang tengah diobok-obok sekarang ini telah berketetapan hati untuk berjuang, guna mempertahankan kedaulatan, kehormatan dan eksistensi perserikatan yang sama-sama kalian cintai. Langkahmu sudah benar. Itu misi yang suci. Itu juga tanggung jawab terhadap jutaan anggota partai yang sangat tidak adil jika mereka kehilangan masa depannya. Apalagi kau sendiri telah mengatakan bahwa misi suci itu hendak dilaksanakan secara damai, berdasarkan konstitusi dan merujuk pada pranata hukum yang berlaku. Itulah jalan yang insya Allah akan senantiasa dirahmati Tuhan,” kata SBY dikutip pada Kamis (18/3/2021).

SBY juga menyebut untuk tetap tenang hadapi pengkhianatan. Menurutnya amarah dan murka tidak akan menyelesaikan masalah.

“Betapapun besarnya amarah kalian, kau memilih untuk tidak memerangi kemungkaran dengan cara-cara yang sama mungkarnya. Sebuah akhlak dan peradaban politik yang mendidik dan meneduhkan. Aku bersyukur, karena semua pertanyaan batin yang kusimpan dalam hati sanubariku satu-satu telah mendapatkan jawabannya,” tambahnya.

Politik Kebohongan dan Fitnah

Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tiba menghadiri Kongres ke V Partai Demokrat di JCC, Jakarta, Minggu (15/3/2020). SBY akan digantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang telah mendapatkan dukungan 93 persen dari pemegang hak suara Demokrat. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tiba menghadiri Kongres ke V Partai Demokrat di JCC, Jakarta, Minggu (15/3/2020). SBY akan digantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang telah mendapatkan dukungan 93 persen dari pemegang hak suara Demokrat. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

SBY juga menyampaikan salah satu hasil renungannya bahwa poltik Indonesia kini kerap disertai kebohongan hingga fitnah.

"Era kini, adalah era politik pasca kebenaran. Artinya, politik tanpa disertai kebenaran. Banyak fitnah, pembunuhan karakter, berita bohong serta muslihat dan tipu daya. Banyak yang berduka dan menjadi korban. Terkadang uang dan kekuasaan menyatu, menjelma menjadi kekuatan maha dahsyat yang bisa melindas dan menggilas siapa saja. Menghalalkan segala cara bukanlah sebuah aib dan pertanda matinya etika. Di tengah suasana seperti itu, engkau dan para pemimpin partai yang saat ini tengah mencari keadilan, mesti berbangga karena kalian tak tergoda untuk mudah berburuk sangka. Menuduh sembarangan. Sifat yang tidak suudzon, adalah sifat yang terpuji,” ujar SBY.

Sebagian orang memang mengatakan bahwa jika kita hidup di zaman edan, jangan bersikap dan bertindak waras karena pasti tidak mendapatkan apa-apa. Namun, jalan seperti itu bukan yang kau pilih. Akibatnya, kau hadapi satu keniscayaan... partai yang kau sayangi sering terguncang dan tersandung-sandung. Its konsekuensinya. Namun, jika itu yang kau pilih, yakinkan semuanya kuat, tabah dan tegar, baik lahir maupun batin. Hidup tak seindah bulan purnama. Hidup memerlukan kesabaran dan pengorbanan,” demikian pernyataan SBY.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: