Curhat Dr Tirta Kena Omel Saat Edukasi COVID-19 Sampai Digas

Adinda Permatasari, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tirta Mandira Hudhi atau akrab disapa dokter Tirta menceritakan salah satu pengalaman tak terlupakan saat mengedukasi masyarakat terkait protokol kesehatan di saat pandemi COVID-19. Ia mengaku sempat mendapat omelan dari warga di sekitaran Jawa Timur lantaran kerap mengingatkan imbauan 3M.

Dalam unggahan terbaru di kanal Youtube Maia Estianty, dr Tirta menjadi narasumber yang diundang untuk mengisi konten. Saat itu, mantan istri Ahmad Dhani menanyakan soal daerah yang sulit diedukasi terkait protokol kesehatan.

"Jujur ini blak-blakan, jujur aku paling sulit daerah Jawa Timur. Aku di Surabaya digas, lho," jawab dr. Tirta, dikutip Senin 25 Januari 2021.

Seperti apa pengalaman buruk yang dihadapi dr Tirta selama memberikan edukasi soal COVID-19? Simak terus artikel ini.

Warga di Surabaya, lanjutnya, menolak saat diedukasi karena tak takut akan bahaya COVID-19. Tak gentar, dr. Tirta meminta izin pada Satgas COVID-19 untuk kembali mengedukasi usai menjalani suntik vaksin dosis kedua. Rencananya, beberapa daerah di Jawa, masih disorot agar mampu memiliki edukasi yang baik.

"Akhirnya aku izin, kemaren aku baru Surabaya, baru besok aku keliling dari Sleman, Bantul, Jombang, Tuban, Ketiwi, Malang, Surabaya, Banyuwangi, Sidoarjo, Gresik," tambahnya.

Ada pun daerah yang disebutkan itu merupakan zona merah dengan tingkat infeksi yang cukup tinggi serta penyebaran yang luas. Kendati begitu, Tirta menyebut edukasi secara langsung akan sangat membantu warga agar lebih mampu beradaptasi dengan kondisi pandemi.

"Memang daerah itu sebenarnya yang red zone-nya parah-parah, tapi mereka sebenernyae nggak mau pake masker bukan karena mereka enggak mau, tapi enggak tahu," tegasnya.

Tirta berharap, pemerintah bisa lebih menyoroti daerah lain selain Ibu Kota Jakarta lantaran kondisinya juga cukup parah. Apalagi, diakuinya, warga di daerah tak semuanya melek teknologi dan internet.

"Memang kuakui sih di Jakarta tuh melek medsos, makanya mungkin media dan temen-temen tuh harus menyorot kondisi di luar Jakarta, jadi ngerti ini yang terjadi," ungkapnya.