Curhat Guru Honorer: Sudah 10 Tahun Mengabdi Sebaiknya Diangkat Jadi PNS Tanpa Tes

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang guru honorer yang sudah mengabdi 10 tahun, Dana mengatakan bahwa para guru honorer membutuhkan kepastian untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tak hanya itu, dia juga meminta kepada pemerintah untuk bisa lebih memperhatikan nasib guru honorer.

Dana bercerita bahwa dirinya pernah ingin ikut tes formasi guru Aparatur Sipil Negara (ASN) status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Namun di dalam ketentuan PPPK tidak semua jurusan tersedia.

"Pernah daftar tapi formasi tidak ada. PPPK tidak merata sesuai jurusan. Tapi pembukaan tidak semuanya ada, kan aneh. Alasan anggaran tidak ada," ujar Dana kepada Merdeka.com, Jumat (20/1).

Dia kemudian juga menanggapi adanya isu mengenai pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS tanpa tes. Menurutnya tetap harus ada tes supaya menentukan kualitas pendidikan Indonesia ke depannya. Dengan catatan, tes dilakukan untuk pengajar baru maupun yang belum pernah mengajar.

"Untuk yang baru mengajar atau yang belum pernah mengajar. Kalau yang sudah mengajar di atas 10 tahun mengajar saya rasa sudah berpengalaman dan setuju atau layak kalau langsung diangkat jadi PNS tanpa tes," jelas dia.

Walaupun hingga saat ini masih berstatus menjadi tenaga honorer, dirinya tidak berkecil hati untuk tetap melakukan tugas mulia ini.

"Tidak perlu pensiun dini masih ada jalan. Mengajar tetap walaupun mungkin dirasa gaji tidak sesuai kadang cepat kadang telat sesuai turunnya dana BOS," terang dia.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu pemerintah pusat dan daerah tengah merancang alternatif terbaik untuk penyelesaian penataan tenaga non Aparatur Sipil Negara (non ASN) atau tenaga honorer.

Pemerintah melalui Kementerian PANRB menyusun beberapa opsi yang nanti akan disampaikan kepada parlemen. Beberapa alternatif itu segera dideteksi bersama tim dari provinsi, kabupaten, dan kota.

Menteri PAN-RB, Azwar Anas mengatakan pemerintah pusat dan daerah berkolaborasi mencari alternatif terbaik tanpa mengesampingkan sisi kemanusian dan pengabdian beagi tenaga honorer.

"Kita tentu juga memasukan faktor-faktor seperti harus terus terjaganya kualitas pelayanan publik. Insyaallah nanti opsi terbaik bagi semuanya yang akan dijalankan oleh pemerintah dengan mempertimbangkan berbagai faktor," ujar Anas beberapa waktu lalu. [idr]