Curhat Manny Pacquiao Saat Dihajar Korban Chris John Sampai Pingsan

Robbi Yanto
·Bacaan 2 menit

VIVA – Raksasa tinju asal Filipina, Manny Pacquiao cuma mengalami tujuh kekelahan sepanjang kariernya yang cemerlang.

Sebaliknya, dia berhasil mencatatkan 62 kemenangan (30 menang KO) dari 71 pertarungan sejak debutnya pada 1995 silam hingga saat ini.

The Destroyer adalah petinju dari benua Asia pertama yang berhasil meraih gelar juara tinju profesional di delapan kelas berbeda, atau petinju kedua di dunia setelah Oscar de la Hoya.

Dia juga menjadi petinju pertama yang berhasil merebut tujuh gelar di tujuh kelas yang berbeda, (lima gelar juara dunia dari lima kelas berbeda dan dua gelar dari Ring Magazine untuk kelas bulu dan welter junior).

Satu dari tujuh kekalahan yang dialaminya adalah saat menghadapi mantan petinju Meksiko, Juan Manuel Marquez. Ada kisah menarik dari petinju asal Meksiko ini sebelum berhasil menghancurkan Pacquiao.

Marquez sempat mengalami kekalahan saat bertarung melawan petinju legendaris Indonesia, Chris John. Marquez terbang ke Tenggarong untuk merebut sabuk juara kelas bulu WBA yang menjadi milik Chris Jon pada 4 Maret 2006.

Dalam pertandingan yang sangat menarik dan penuh dengan adu teknik dan skill tingkat tinggi, Marquez harus menerima kenyataan. Dia takluk dari Chris John yang sukses mempertahankan gelarnya dengan kemenangan angka mutlak.

Kekalahan dari Chris John tak membuat karier Marquez berhenti. Kekalahan itu justru membuatnya menjadi mengerikan, dan salah satu buktinya adalah mampu mengalahkan Pacquiao.

Momen itu terjadi di Nevada, Amerika Serikat pada Desember 2012. Bagi Pacquiao, kekalahan dari Marquez cukup mengejutkan pada masanya. Sebab, Marquez sudah tiga kali tak mampu mengalahkannya.

Pacquiao pertama kali menghadapi Marquez pada 8 Mei 2004 silam. Saat itu keduanya bertarung di MGM Grand, Las Vegas Amerika untuk memperebutkan sabuk WBO Featherweight.

Setelah melalui pertarungan melelahkan 12 ronde, juri memutuskan duel berakhir imbang. Pada pertemuan kedua dan ketiga, Pacquiao mendominasi. Dia mampu merebut kemenangan dalam dua laga selanjutnya, termasuk saat merebut sabuk juara kelas welter.

Tibalah waktunya hari pembalasan. Marquez secara mengejutkan mampu menumbangkan Manny Pacquiao. Tepatnya di detik-detik terakhir ronde keenam.

Sebuah pukulan maut Marquez mendarat tepat di wajah Pacquaio. Penonton di MGM Arena terkejut melihat kedahsyatan pukulan Marquez.

Kepala Pacquiao sempat terdorong ke belakang karena kekuatan pukulan Marquez, setelah itu ia tergeletak tak berdaya. Bahkan, saking kerasnya pukulan Marquez, wasit pertandingan sampai mengira dia sekarat karena terluka parah.

Usai pertarungan, Pacquiao mengakui kehebatan Marquez. Dia menyebut Marquez adalah satu-satunya petinju yang mengetahui kelemahannya.

"Saya tidak punya alasan dan dia (Marquez) pantas mendapatkan kemenangan," kata Pacquiao dalam wawancara dengan majalah The Ring.

“Dia adalah satu-satunya petinju yang benar-benar bisa memahami dan mengantisipasi gerakan saya. Dia adalah seorang counterpuncher yang brilian dan seorang pejuang yang luar biasa," sambungnya.

Sementara itu, Freddie Roach, pelatih Pacquiao mengungkapkan bahwa kekalahan itu sama sekali tak merubah mental petinjunya.

"Dia terkena pukulan satu detik lebih cepat dan dia pingsan. Dia adalah seorang realis. Dia tahu bahwa tersingkir adalah bagian dari olahraga, itulah mengapa hal itu tidak terlalu memengaruhinya," ucap Freddie.

"Dia tidak terlalu peduli bahwa dia pingsan. Dia lebih suka memenangkan pertarungan, ya, tapi masalahnya adalah KO tidak menghancurkannya, tidak mengubah gaya atau hatinya," jelasnya.