Curhat Menyentuh Gadis Turki Korban All England, Bawa-bawa Indonesia

Muchamad Syuhada
·Bacaan 1 menit

VIVANeslihan Yigit mengalami nasib sama seperti tim bulutangkis Indonesia di BWF World Tour Super 1000 All England Open 2021. Dia dipaksa mundur dari turnamen tersebut oleh pihak BWF.

Berdasarkan tracking National Health Service (NHS) atau otoritas kesehatan Inggris, Neslihan sempat berada satu pesawat dengan tim Indonesia dan penumpang yang terindikasi positif COVID-19.

Sesuai dengan regulasi pemerintah Inggris, jika berada satu pesawat dengan orang yang positif COVID-19, maka diharuskan menjalani isolasi selama 10 hari.

Tim Indonesia lebih dulu diminta mundur. Dan beberapa saat setelahnya, giliran Neslihan yang dipaksa melakukan hal serupa. Padahal dia sudah mencapai babak 16 besar dan berhadapan dengan tunggal putri Jepang, Akane Yamaguchi.

Pada laga perdana, Neslihan melibas tunggal putri Prancis, Marie Batomene lewat rubbergame. Sayang, perjuangannya tersebut sudah tak berarti lagi.

Kecewa dengan BWF karena diminta mundur dari ajang bergengsi itu, Neslihan pun menuliskan curahan hati di instagram. Pada intinya dia mengecam pihak penyelenggara yang dianggap berlaku sangat tidak adil.

"Untuk turnamen All England, yang mana adalah ajang bulutangkis paling bergengsi di dunia, saya mempersiapkan diri dengan sangat baik dan menang di putaran pertama. Karena alasan yang di luar kendali saya, kemudian saya di keluarkan dan juga tidak bisa ikut dalam turnamen selanjutnya Orleans Masters pekan depan," tulis Neslihan.

"Saya merasa ini tidak adil. Namun semua pemain dan staf turnamen melakukan kontak selama 5 hari terakhir, mereka tetap lanjut. Sedangkan saya dan tim Indonesia harus diisolasi. Saya harap pandemi segera berakhir dan kita bisa bebas mengikuti turnamen secara adil," sambungnya.