Curhat Pedagang Hewan Kurban Empot-empotan Jualan saat PPKM Darurat

·Bacaan 1 menit

VIVA – Omzet penjualan hewan kurban mengalami penurunan drastis sejak awal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat di Jakarta, mulai Senin, 3 Juli 2021 hingga 20 Juli mendatang.

Dalam hitungan waktu satu minggu menjelang lebaran haji atau Idul Adha 1442 Hijriah, pedagang sapi kurban mengaku sangat kesulitan menjual hewan kurban. Penjualan hewan kurban menurun sangat jauh dibanding dengan tahun lalu.

Salah seorang pedagang hewan kurban di Penjaringan, Ahmad (36) mengatakan, sepinya pembeli karena pelanggannya takut menimbulkan kerumunan saat pemotongan kurban. Ditambah informasi banyak masjid di Jakarta yang meniadakan kegiatan pemotongan hewan kurban saat perayaan Idul Adha nanti.

Dalam hal ini Ahmad menjelaskan, banyak pelanggan dari tahun tahun sebelumnya membatalkan berkurban di lebaran haji tahun ini.

"Penjualan sekarang lagi menurun, enggak kayak tahun-tahun kemarin. Karena kebanyakan pada tidak berani motong karena takut berkerumun," ujar Ahmad dikonfirmasi VIVA, Senin 12 Juli 2021.

Baca juga: RI Impor Oksigen Konsentrator, Luhut: Pinjamkan ke Pasien COVID-19

Dibanding tahun ini yang hanya menjual di bawah angka 10 Ekor, pada tahun sebelumnya, Ahmad mengaku bisa menjual lebih dari 100 ekor sapi.

"Menurun banyak. Kalau sebelum pandemi bisa bawa 100 ekor lebih, sekarang bawa 60 ekor aja sudah empot-empotan," ujarnya.

Ahmad mengatakan banyak, pelanggannya membatalkan pembelian sapi kurban yang sudah dipesan sebelumnya. Lantaran tidak bisa menitipkan hewan kurban di masjid sekitar rumah pelanggannya lantaran perayaan Idul Adha ditiadakan di banyak masjid.

"Ada sebagian juga yang membatalkan pembeliannya," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel