Curhat Pekerja Terima BSU Rp600.000: Sangat Membantu saat Harga Sembako Naik

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sudah menyalurkan bantuan subsidi upah (BSU) tahap pertama per 12 September 2022 secara bertahap untuk para pekerja yang bergaji maksimal Rp3,5 juta atau sesuai UMP. Bantuan gaji ini diberikan satu kali yakni sebesar Rp600.000 per pekerja.

BSU sudah disalurkan ke 4.112.052 penerima melalui rekening bank himbara masing-masing pekerja. Pemberian BSU tersebut dilakukan karena pemerintah ingin memberikan bantalan sosial kepada masyarakat yang terdampak atas kenaikan harga BBM pada awal September 2022 lalu.

Salah satu penerima BSU asal Bogor, Deni (29) menuturkan dirinya sudah mendapatkan penyaluran BSU dari Kemnaker sebesar Rp600.000 yang disalurkan pada tanggal 15 September melalui bank mandiri.

Dia menjelaskan, penyaluran BSU tersebut sangat membantu kebutuhan keluarganya ditengah kenaikan harga BBM.

"Adanya penyaluran BSU tentu saja sangat membantu kami (keluarga). Ini sangat menyulitkan (kenaikan BBM) kami kaum menengah bawah, semua kebutuhan pokok pun ikut naik," ujar Deni seorang butuh pabrik kepada Merdeka.com, Jumat (16/9).

Dia menceritakan jarak dari rumah untuk ke tempat kerja cukup jauh, dan tentu pengeluaran untuk bensin juga harus bertambah karena kenaikan BBM.

"Kalau di bilang bersyukur kami sudah bersyukur dengan penghasilan kami peroleh. Namun semua itu itu juga kan ada perhitungannya buat sebulan ke depan harus di cukup-cukupin," tutur dia.

Curhat Penerima BSU Lainnya

Senada juga dirasakan oleh Norhilda (30) pekerja swasta asal Kalimantan, mengatakan dirinya sudah mendapatkan BSU 2 kali pada Oktober 2021 dan tahun 2022. Dengan adanya penyaluran tersebut menurutnya meringankan kebutuhan sementara.

Dia pun mengeluh tidak hanya BBM saja yang mengalami kenaikan, tetapi harga pangan dan lainnya pun ikut meranjak naik.

"Soalnya BBM naik jangka panjang, sekarang bukan BBM saja naik tapi bahan pokok juga ikut naik, sedangkan gaji belum naik. Apalagi saya bukan karyawan tetap," ujar ibu satu anak ini kepada Merdeka.com, Jumat (16/9).

Kendati demikian dia pun beryukur dengan adanya penyaluran BSU karena dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Alhamdulillah bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dan anak, kebetulan saya seorang janda," tuturnya. [idr]