Curhat Skuad Timnas Indonesia Usai Dicekoki Menu Menembus Batas

·Bacaan 2 menit

VIVATimnas Indonesia terus menggenjot persiapan menyambut Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Selain strategi, skuad Merah Putih juga dipersiapkan fisiknya, menu latihannya tidak sembarangan. Di bawah arahan pelatih kawakan, Shin Tae Yong, seluruh pemain dicekoki menu menembus batas.

Pada Jumat 21 Mei 2021, tepat empat hari pemain Indonesia berada di Uni Emirat Arab. Mereka sudah menjalani latihan fisik di gym.

Pelatih fisik, Lee Jae-Hong memberikan materi latihan angkat beban dan menarik beban (pull up dan pull down) kepada Evan Dimas cs. Itu dilakukan di fitness center JA (Jebel Ali) Resorts and Hotels, Dubai.

Mereka menjalani tiga sesi di setiap latihannya (tiga sesi pull up, dan tiga sesi pull down). Kemudian, skuad Garuda melakukan senam pemanasan dan aerobik, sebelum masuk ruangan fitness.

Evan Dimas curhat jika menu latihan tersebut terasa berat. Namun itu wajib dilakukan pemain untuk bisa melangkahi batas fisik para pemain.

“Sesi pertama masih ringan, kedua dan ketiganya, mulai terasa berat. Saya berusaha bagaimana bisa mengatasi keterbatasan diri dengan mengerahkan semua tenaga serta kemampuan saya untuk bisa menarik dan mengangkat beban tersebut,” kata Evan Dimas, seperti dilansir PSSI.org.

Lebih lanjut Lee Jae-hong salut dengan usaha dari pemain yang menembus batas kekuatan mereka.

“Meski mereka kelelahan, namun saya apresiasi usaha dari mereka untuk bisa menuntaskan tugas yang diberikan," kata Lee, dilansir laman resmi PSSI.

“Ini baru awal, ada beberapa pemain yang bisa melakukannya dengan baik dan usaha untuk terus menembus batas-batas kemampuan diri mereka,” sambungnya.

Lee merencanakan latihan semacam ini akan dia berikan selama dua hari kedepan.

“Rencananya begitu. Saya harapkan mereka bisa terus mencapai kemampuam maksimalnya. Karena, saya melihat adanya potensi dari para pemain,” tutupnya.

Diketahui beberapa waktu silam pelatih Indonesia, Shin mengatakan bahwa Indonesia masih perlu ditingkatkan dalam hal fisik. Ini adalah strategi jitu Shin sebagai persiapan menghadapi duel tersisa di Kualifikasi Piala Asia.

“Secara fisik dan mental (pemain Timnas Indonesia) sangat kalah dan itu mau tidak mau harus diperbaiki. Saya juga ingin berbicara kepada Pak Ketum (Mochamad Iriawan) soal kenapa Indonesia berada di rangking 173," kata Shin Tae-yong.

"Kita pasti bisa berada di peringkat 100 kalau pemain mempunyai mental dan memberikan semuanya untuk tim.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel