Curhat Timnas Belanda Dipaksa Ceko Ubah Taktik

·Bacaan 1 menit

VIVATimnas Belanda tersingkir dari EURO 2020. Di babak 16 besar melawan Republik Ceko, Minggu malam WIB 27 Juni 2021, tim asuhan Frank de Boer menyerah dengan skor 0-2.

Pertandingan yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Hungaria itu berlangsung sulit untuk Belanda. Di babak kedua, bek andalan mereka, Matthijs de Ligt terkena kartu merah.

Dalam posisi kalah jumlah pemain, Belanda mendapat tekanan dari Timnas Republik Ceko. Lalu mereka tertinggal 0-1.

De Boer mau melakukan perubahan taktik untuk bisa mengejar ketertinggalan. Rencananya dia mengubah formasi menjadi 3-3-3 dan mengandalkan Quincy Promes, Wout Weghorts, dan Steven Berghuis.

Tapi kemudian malah Ceko berhasil menambah keunggulannya. Akhirnya De Oranje dipaksa membuang gagasan itu dan mengambil inisiatif lain.

"Sebenarnya ketika skor 1-0, saya ingin menggunakan formasi 3-3-3, dengan mengeplot Berghuis sebagai sayap kanan dan Quincy melebar ke sebelah kiri. Lalu kami punya Wout sebagai striker tengah," kata de Boer, dikutip dari laman resmi UEFA.

"Tapi sebelum itu dilakukan, Ceko membuat skor menjadi 2-0. Jadi saya harus membuang ide tersebut," imbuh juru taktik berusia 51 tahun tersebut.

Mantan pemain Belanda, Nigel de Jong melontarkan kritik terhadap kebijakan de Boer selama pertandingan. Menurut dia, sang pelatih tidak memiliki alternatif bagus dalam menghadapi situasi ketertinggalan.

Begitu de Ligt keluar, de Boer memutuskan untuk tetap mengandalkan lima pemain bertahan. Sebuah kesalahan besar, karena mereka butuh gol kala itu.

"Kita punya beberapa pemain yang bisa mengubah sistem menjadi 4-2-3 atau 4-4-1, namun masih bermain dengan lima bek," kata de Jong dikutip Daily Mail.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel