Curhat Warga Kudus ke Ganjar: Pelayanan Posko COVID-19 Tidak Maksimal

·Bacaan 2 menit

VIVA – Warga Kudus yang saat ini berada di RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang, menyampaikan curhatan terkait pelayanan di posko pasien COVID-19 dari Kudus. Curhatan itu disampaikan langsung saat bertemu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Salah seorang warga bernama Pasha Indrianingsih menyampaikan pelayanan tidak optimal terhadap kakaknya yang menjadi pasien COVID-19.

“Pak ini mumpung ketemu. Saya mau ngasih saran ini, maaf ini sekalian curhat. Jadi, kemarin kakak saya itu sempat dirawat di Posko COVID-19. Tapi, pelayanannya tidak maksimal," kata Pasha di RSUD Wongsonegoro, Selasa, 8 Juni 2021.

Ia kemudian menceritakan pengalamannya di posko COVID-19 tersebut. Menurutnya, pasien tidak langsung ditangani dan dibiarkan terlunta-lunta meski kondisinya sudah lemah.

Bahkan kata dia, tidak ada oksigen yang tersedia. Selain itu, fasilitasnya tidak maksimal. Padahal, menurutnya, posko COVID-19 seharusnya diberikan fasilitas terkait penanganan.

“Kakak saya kemarin sampai duduk di bawah, seharusnya kalau memang posko kan peralatannya komplet. Akhirnya karena kondisinya lemah dirujuk ke sini," ujarnya.

Mendengar curhat warganya, Ganjar pun segera berbicara langsung kepada Kepala Dinas Kesehatan Jateng. Ia minta agar seluruh daerah memaksimalkan call center.

Cara ini diharapkan bisa optimal mendengar keluhan seperti yang disampaikan Pasha agar segera ditangani. “Pak Kadinkes, ini tolong," kata Ganjar.

Ganjar kemudian kembali berbicara dengan warga yang curhat tadi. Ia meminta warga tersebut juga menjaga kesehatan.

"Yang paling penting juga adalah dari diri kita sendiri. Ini untuk panjenengan juga untuk seluruhnya. Nek wis keno kan ora enak, hawane nyalahke. Maka saya minta agar menjaga dari diri sendiri. Ojo ngeyel," jelas Ganjar.

Sementara itu, alasan Ganjar menyambangi RSUD Wongsonegoro ingin memastikan semua berjalan dengan baik. Menurutnya, keterisian pasien COVID-19 di RSUD KRMT Wongsonegoro juga mulai banyak. Apalagi sejak rumah sakit di Kota Semarang itu membantu daeh-daerah yang mengalami kenaikan kasus.

"Nah, sekarang di balik lagi, itu karena masih ada pasien, nanti pasien selesai, dipakai untuk isolasi,” jelasnya.

Ia mengharapkan seluruh warga saling membantu, yang bisa dimulai dari disiplin diri sendiri.

Laporan: Teguh Sutrisno-tvOne

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel