Curi Minyak, Markas Besar Militer Amerika Meledak Diserang Roket

·Bacaan 1 menit

VIVA – Markas militer terbesar milik tentara Amerika Serikat di Suriah dikabarkan telah diserang dengan roket. Sejumlah ledakan besar dilaporkan terjadi.

Informasi yang didapatkan VIVA Militer, Senin 5 Juli 2021, serangan itu terjadi di pangkalan militer Amerika yang berada di ladang minyak al-Omar, Provinsi Dayr al-Zawr, Suriah.

Penyerangan terjadi pada Minggu malam, roket menghantam pangkalan militer terbesar di Suriah itu. Dua ledakan besar dikabarkan telah mengguncang pusat konsentrasi tentara AS di Suriah itu.

Meski sejumlah rekaman video dan foto ledakan akibat serangan telah beredar luas. Namun, militer Amerika Serikat mengaku tidak mengetahui perihal serangan itu.

"Tidak ada kebenaran dalam laporan bahwa pasukan AS di Suriah diserang oleh roket hari ini," kata Juru Bicara Militer Amerika untuk Operasi Inherent Resolve (OIR), Kolonel Wayne Marotto dalam siaran resminya.

Serangan ke pangkalan militer ini bukan kali ini saja terjadi, pada 28 Juni 2021 juga terjadi serangan serupa. Malahan lebih dahsyat, delapan roket mendarat mulus menghantam pangkalan militer tersebut.

Perlu diketahui, keberadaan militer Amerika Serikat di wilayah itu dianggap sebagai perbuatan ilegal, dan penguasaan ladang minyak dinilai sebagai pencurian oleh Parlemen Suriah.

Amerika sengaja menempatkan tentara mereka di wilayah tersebut karena tempat itu merupakan lokasi strategis penambangan minyak bumi. Untuk memuluskan kelicikan menguasai ladang minyak, Amerika berdalih mengerahkan pasukan untuk menumpas kelompok teroris ISIS dan sempalannya.

Walau Amerika tidak mengakui adanya serangan itu. Namun laporan terbaru menyebutkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam serangan roket ke pangkalan militer tersebut.

Baca: Kolonel TNI Sosok Penting di Balik Ledakan Dahsyat COVID-19 Jakarta

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel