Curious Kids: Bagaimana orang pada Zaman Batu berbicara?

  <span class="attribution"><a class="link " href="https://www.shutterstock.com/image-photo/tribe-prehistoric-huntergatherers-wearing-animal-skins-1596021505" rel="nofollow noopener" target="_blank" data-ylk="slk:Gorodenkoff/Shutterstock">Gorodenkoff/Shutterstock</a></span>

Bagaimana orang pada Zaman Batu berbicara? – Tsubamé, umur 8, London, Inggris

Zaman Batu mengacu pada masa lalu yang jauh. Itu dimulai sekitar 3 juta tahun yang lalu dan berlangsung hingga sekitar 40.000 tahun yang lalu.

Dinamakan Zaman Batu karena pada masa itu nenek moyang kita membuat perkakas dari batu. Manusia seperti kita – spesies Homo sapiens – muncul lama setelah dimulainya Zaman Batu, sekitar 200.000 tahun yang lalu.

Zaman Batu dimulai ketika beberapa spesies kera mulai membuat alat sederhana dengan memotong potongan batu yang tajam dari potongan batu yang lebih besar. Kera-kera ini berdiri setengah tegak ketika berjalan dan itu berarti tangan mereka bebas melakukan sesuatu, seperti membuat alat perkakas. Kera tegak awal ini memiliki otak kecil, tidak jauh berbeda dengan otak simpanse, dan mereka tidak berbicara.

Kera lain yang berjalan tegak datang kemudian di Zaman Batu. Mereka telah diberi nama seperti Homo habilis (pria terampil) atau Homo erectus (pria tegak). Spesies ini hidup di Afrika sekitar 1 hingga 2 juta tahun yang lalu, masih jauh sebelum manusia seperti kita ada. Mereka memiliki otak yang lebih besar daripada kera tegak pertama, tetapi otak mereka masih lebih kecil dari kita. Mereka tidak secerdas kita dan tidak berbicara, meskipun mereka mengeluarkan suara.

Sekitar 400.000 tahun yang lalu, tiga spesies yang memiliki otak jauh lebih besar daripada spesies sebelumnya semuanya hidup pada waktu yang hampir bersamaan. Ini disebut Neanderthal, Denisovans, dan bentuk awal spesies Homo sapiens – yang merupakan nenek moyang kita.

Neanderthal dan Denisovans tinggal di luar Afrika di bagian dunia yang dikenal sebagai Eurasia, yang meliputi Eropa. Sedikit yang diketahui tentang Denisovans, tetapi sekitar 100.000 tahun yang lalu Neanderthal memiliki tombak kayu dan beberapa alat sederhana yang terbuat dari tulang binatang seperti rusa selain alat mereka yang terbuat dari batu.

<span class="caption">Tengkorak manusia modern di kiri dan tengkorak Neanderthal di kanan dari Museum Sejarah Alam Cleveland.</span> <span class="attribution"><a class="link " href="https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Sapiens_neanderthal_comparison_en_blackbackground.png" rel="nofollow noopener" target="_blank" data-ylk="slk:hairymuseummatt (original photo), DrMikeBaxter (derivative work), via Wikimedia Commons">hairymuseummatt (original photo), DrMikeBaxter (derivative work), via Wikimedia Commons</a>, <a class="link " href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="nofollow noopener" target="_blank" data-ylk="slk:CC BY-SA">CC BY-SA</a></span>
Tengkorak manusia modern di kiri dan tengkorak Neanderthal di kanan dari Museum Sejarah Alam Cleveland. hairymuseummatt (original photo), DrMikeBaxter (derivative work), via Wikimedia Commons, CC BY-SA

Beberapa orang berpikir bahwa karena otak mereka yang besar dan kemampuan mereka untuk membuat alat selain dari batu, Neanderthal dapat berbicara. Tapi ini hanya dugaan. Neanderthal terakhir mati sekitar 40.000 tahun yang lalu.

Orang seperti kita

Manusia purba hidup di Afrika. Sekitar 200.000 tahun yang lalu Homo sapiens primitif telah berevolusi menjadi apa yang sekarang kita sebut dengan manusia modern. Manusia modern ini sama cerdasnya dengan kita saat ini, dan dapat berbicara menggunakan bahasa seperti yang kita lakukan hari ini. “Homo sapiens” sendiri berarti “manusia bijak”.

Kemudian di Zaman Batu, sekitar 60.000 tahun yang lalu, orang melakukan perjalanan keluar dari Afrika dan akhirnya menyebar ke seluruh Dunia.

Awalnya, nenek moyang kita Homo sapiens hanya bisa membuat alat dari batu, namun karena memiliki kemampuan berbicara, mereka mungkin menggunakan bahasa mereka untuk mengajar satu sama lain.

Seiring berjalannya waktu, mereka belajar membuat berbagai macam alat dari batu, kayu, tulang, dan kulit. Mereka memiliki pakaian, sepatu dan membuat tempat berteduh, dan mereka berburu bersama untuk makanan. Pada 40.000 tahun yang lalu, dan bahkan mungkin lebih awal lagi, manusia modern menggambar di dinding gua.

Akan ada jauh lebih sedikit bahasa yang berbeda di Zaman Batu daripada yang ada sekarang. Tetapi bahasa yang ada akan sama seperti bahasa modern kita. Orang-orang akan berbicara dalam kalimat dengan kata benda dan kata kerja, meskipun kata-kata yang mereka gunakan akan berbeda, seperti, katakanlah, kata-kata dalam bahasa Jepang berbeda dengan yang ada dalam bahasa Inggris atau bahasa Prancis.

Bahasa yang berbeda

Bahasa akan berbeda di antara suku-suku. Orang mungkin akan kesulitan untuk berbicara dengan seseorang dari suku lain, seperti halnya ketika kita pergi berlibur ke negara lain, terkadang kita sulit memahami bahasanya.

Bahasa akan memiliki lebih sedikit kata daripada yang kita miliki saat ini karena mereka tidak membutuhkan kata-kata untuk hal-hal seperti televisi, mobil, atau komputer. Tapi seperti kita, manusia modern 200.000 tahun yang lalu akan menghitung banyak hal. Mereka akan memiliki kata-kata untuk “ibu” dan “ayah” atau “saudara perempuan” dan “saudara laki-laki”. Mereka akan memiliki nama untuk hewan dan tumbuhan, mereka akan dapat membuat rencana, mengatakan “tolong” dan “terima kasih” dan mereka akan memiliki nama untuk satu sama lain.

Manusia modern awal mungkin membicarakan banyak hal yang sama dengan yang kita bicarakan: apa yang harus dimakan, siapa teman mereka. Orang tua akan berbicara tentang anak-anak mereka, dan anak-anak akan bermain satu sama lain, mungkin berbicara sepanjang waktu seperti yang dilakukan anak-anak hari ini. Mereka juga akan menyanyikan lagu satu sama lain.

Mereka mungkin orang Zaman Batu, tapi mereka modern dalam hal berbicara.

Apakah kamu punya pertanyaan yang ingin ditanyakan ke ahli? Minta bantuan ke orang tua atau orang yang lebih dewasa untuk mengirim pertanyaanmu pada kami. Ketika mengirimkan pertanyaan, pastikan kamu sudah memasukkan nama pendek, umur, dan kota tempat tinggal. Kamu bisa:

Arina Apsarini dari Binus University menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel