Cuti Panjang, Uang Non Tunai Bikin Liburan Makin Gampang

Donny Adhiyasa
·Bacaan 3 menit

VIVA – Sepanjang akhir tahun 2020, sejumlah tanggal dan hari libur nasional telah menjadi incaran untuk dimanfaatkan sebagai momen berlibur. Tak cuma itu, beberapa tanggal yang ditetapkan pemerintah sebagai hari cuti bersama juga bakal dimaksimalkan warga untuk refreshing dari rutinitas pekerjaan sehari-hari.

Bukan hanya waktu yang tersedia untuk dimanfaatkan menjadi momen liburan, ada deretan kemudahan juga yang kini mulai diganderungi masyarakat dalam mempermudah proses transaksi selama masa berlibur.

Dengan makin berkembangkan kebutuhan akan kemudahan bertransaksi yang aman, perubahan perilaku pembayaran masyarakat pun kini mulai beralih menuju hal yang bersifat cashless.

Istilah cashless society sendiri semakin familiar selama beberapa tahun terakhir. Secara sederhana, ini adalah sebuatan untuk masyarakat atau komunitas yang lebih banyak menggunakan transaksi non-tunai dalam kegiatan ekonomi sehari – harinya.

Baca juga: Virus Corona Ancam Keberadaan ATM di Inggris

Tidak hanya itu saja, tren ini ternyata juga didukung pemerintah. Bank Indonesia sebagai badan hukum publik rupanya telah mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) untuk mendorong transaksi uang elektronik.

Hasil studi oleh Ipsos Indonesia di awal tahun 2020 menyebutkan setidaknya ada 3 hal yang perlu disiapkan dalam menghadapi era cashless society ini:

1. Pahami berbagai jenis transaksi non-tunai
Dewasa ini terdapat banyak sekali pilihan cashless payment seperti Go-Pay dan GrabPay dan juga aplikasi e-wallet seperti OVO, DANA, dan LinkAja.

Belum lagi uang elektronik yang lebih dulu hadir dengan wujud kartu, seperti Flazz BCA, TapCash BNI, atau E-Money Bank Mandiri. Untuk langkah awal, Anda dapat mengenal setiap jenis pembayaran digital yang ada saat ini, dimulai dengan mencari keuntungan.

Selain itu fungsi dari berbagai jenis pembayaran digital yang ada harus dipahami pula dengan baik. Jangan lupa diimbangi dengan mencari tahu kekurangannya juga.

2. Belajar cara bertransaksi dengan uang elektronik
Hal ini perlu dilakukan karena setiap jenis aplikasi digital memiliki cara aktivasi dan penggunaan yang berbeda. Ada yang hanya perlu melakukan transfer saldo namun ada juga yang harus melakukan scan QR kode terlebih dahulu.

Maka dari itu, sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan aplikasi digital tersebut, hendaknya mempelajari terlebih dahulu bagaimana prosedur aktivasi dan cara bertransaksinya.

3. Optimalkan pengelolaan keuangan yang baik di aplikasi cashless
Setelah Anda sudah familiar dengan berbagai jenis pilihan dan fungsi dari setiap jenis aplikasi digital, jangan lupa atur porsi dana di tiap aplikasi yang telah dipilih.

Anda dapat mengalokasikan dana untuk budget jajan bulanan atau budget transportasi bulanan. Setelah Anda sudah familiar dengan berbagai jenis pilihan dan fungsi dari setiap jenis aplikasi digital, jangan lupa atur porsi dana di tiap aplikasi yang telah dipilih.

Dengan banyaknya aplikasi cashless payment yang ada dan adanya biaya admin untuk setiap transaksi, ada pilihan lain untuk mengatasi transaksi Anda dengan sejumlah kemudahan dan bebas biaya admin.

Dan aplikasi OY! Indonesia kini dapat menjadi salah satu solusi untuk memudahkan transaksi digital Anda. Aplikasi tersebut menawarkan layanan mulai dari transfer gratis antar bank, top-up e-money gratis, tarik tunai tanpa ATM hingga pencatatan riwayat transaksi.

Menariknya, OY! memiliki fitur baru yaitu Multi Transfer. Dengan fitur terbaru ini, user bisa melakukan transfer ke banyak rekening sekaligus hanya dalam satu kali transaksi saja. Dengan kemudahan ini, kegiatan transfer pun bakal jadi lebih praktis dan efisien.

Tidak hanya itu saja, kini OY! juga memiliki fitur Produk Finansial di mana user bisa menemukan berbagai macam penawaran produk finansial.

Ke depannya, produk-produk finansial lainnya juga akan ditambahkan sehingga Anda dapat melakukan semua kegiatan perbankan dari dalam satu aplikasi saja.