CVT Motor Matik Berisik di Musim Hujan, Cek Komponen Ini

Liputan6.com, Jakarta - Hujan yang sering terjadi saat ini berisiko menyebabkan motor harus melewati genangan air.

Sering melewati genangan air seperti saat musim hujan seperti sekarang ini, membuat motor matik berisiko mengalami kerusakan. Salah satunya akibat kotoran bersarang pada CVT.

Salah satu penyakit CVT ialah timbulnya suara berisik. Seperti dilansir Federal Oil, ada beberapa sumber penyebab suara berisik. Berikut ulasannya:

1. Sabuk V-Belt

Ketika v-belt aus, suara berisik bisa timbul, seperti halnya rantai yang kendur. V-belt juga bisa menjadi melar akibat aus yang mengakibatkan tutup CVT atau crankcase kerap tergesek belt.

Ketika dipakai, akselerasi awal biasanya menjadi selip, atau saat gas diputar tapi tenaga yang dihasilkan tidak sesuai putaran.

2. Mangkok Kopling (Clutch Housing)

Bunyi berdecit di bagian CVT saat gas dibuka disebabkan oleh clutch housing atau mangkok kopling bor. Pada bagian mangkok kopling terdapat lem yang merekatkannya dengan kesing. Seiring berjalannya waktu, performa lem tentu saja berkurang.

Untuk mengatasinya cukup tambahkan lem besi baru agar daya rekatnya kembali kuat dan suara berdecit hilang.

3. Roller

Biasanya terdengar seperti suara saat grip gas dipuntir. Keluarnya suara tersebut, dipastikan berasal dari roller sudah peyang. Roller yang sudah peyang juga berpengaruh pada performa motor yang menurun.

4. Tutup Rumah Roller

Timbulnya suara berisik di rumah CVT bukan hanya dikarenakan roller peyang. Namun, plastik slider tutup rumah roller juga bisa membuat CVT berisik apabila sudah aus.

5. Kampas Kopling

Bunyi berdecit juga bisa di sebabkan kampas kopling yang sudah menipis.

6. Secondary sliding Sheave

Penyebab bunyi kasar di bagian CVT, bisa juga disebabkan Face Set Moveable Driven yang oblak. Tak sedikit bengkel yang menyebut part ini sebagai Secondary sliding Sheave.

Ketika part yang berfungsi untuk mendorong CVT agar belt turun ini aus atau oblak, maka kerjanya menjadi tak mulus dan perputarannya berbenturan dengan pasangan.

7. Girboks

Saat laher di girboks sudah aus, celah antar mata gigi yang renggang menyebabkan suara kasar. Laher girboks sangat mungkin membuat gigi rasio menjadi renggang.

Akibatnya, roda deselarasi menimbulkan dengungan keras di belakang rumah CVT. Adapun penyebab laher girboks oblak bisa dikarenakan usia pakai, jarang diganti atau melakukan pengecekan oli.

Penyusupan air kedalam area girboks juga bisa membuat area CVT berisik karena sil oli pada tutup oli girboks. Ciri ciri oli terkontaminasi air ialah warnanya menjadi putih susu atau kecoklatan.