DAB minta warga kampung adat Biak jaga kearifan lingkungan

Dewan Adat Biak (DAB) meminta warga di berbagai kampung adat untuk menjaga kearifan lokal bidang lingkungan, guna mencegah kerusakan alam atau kebakaran memasuki musim kemarau.

"Jaga pelestarian hutan adat dengan baik karena hutan ini telah memberikan banyak kehidupan warga di kampung adat," ujar Panglima Adat Biak Yosep Daud Korwa di Biak, Sabtu.

Ia mengatakan identitas kampung adat harus terjaga selamanya, sehingga warga tidak boleh merusak hutan atau membuka lahan dengan cara membakar.

Diakui Yosep, melestarikan dan menjaga keaslian hutan adat menjadi keharusan setiap warga di kampung adat.

"Hutan adat bisa juga menjadi sarana tempat tujuan wisata bagi masyarakat sehingga kelestariannya senantiasa terjaga," ujarnya.

Sementara itu, koordinator LSM Kobe Oser Biak Simon R mengingatkan warga Biak agar tidak merusak lingkungan ketika akan membuka kebun.

"Alam hutan kampung adat memberikan banyak kehidupan bagi warga Biak, sehingga keasliannya tetap terpelihara dengan baik," ujarnya.

Ketika akan membuka lahan kebun di sekitarnya, menurut Simon, hindari membakar lahan, sebab sangat berbahaya dan merusak lingkungan.

"Menjaga kearifan lokal di lingkungan bagian dari tanggung jawab warga di berbagai kampung adat," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Biak Otto P. Wanggai mengakui jajarannya senantiasa siap siaga melaksanakan tugas mencegah kebakaran karena adanya perubahan cuaca.

"Personel BPBD Biak selalu siap siaga bencana setiap hari karena tugasnya melayani masyarakat," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel