Daerah dengan Kasus Covid-19 Tertinggi Diminta Jokowi Segera Tekan Penyebaran

·Bacaan 2 menit
Nicholas Saputra lakukan vaksinasi Covid-19 yang ditinjau langsung oleh Jokowi. (Instagram/@kemdikbud.ri)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan beberapa peringatan mengenai penyebaran Covid-19 di Provinsi Riau. Jokowi meminta agar daerah dengam penyebaran Covid-19 tinggi segera melakukan upaya untuk menurunkan kasus aktif virus corona.

"Saya menyampaikan tadi bahwa kota dan kabupaten yang memiliki tingkat penyebaran kasus positif yang tinggi harus segera menekan agar kasus-kasus yang ada menjadi lebih sedikit," jelas Jokowi usai memberikan keterangan pers usai meninjau vaksinasi massal di GOR Pekanbaru, Riau, Rabu (19/5/2021).

Dia pun telah memerintahkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk memperbanyak distribusi vaksin Covid-19 ke Provinsi Riau. Nantinya, vaksin agar dipergunakan untuk vaksinasi di Kota Pekanbaru dan Kota Dumai.

"Kita harapkan kita dapat segera mencapai kekebalan komunal dan kita berharap di Provinsi Riau ini penyebaran Covid-19 bisa ditekan serendah-rendahnya," kata Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi meminta kepala daerah untuk mewaspadai kenaikan kasus Covid-19. Dia menyampaikan saat ini ada 15 provinsi yang tercatat mengalami lonjakan kasus virus corona.

"Hati-hati provinsi yang ada di Sumatera. 15 provinsi mengalami kenaikan. Ini hati-hati, sekarang kita terbuka," kata Jokowi saat memberikan pengarahan kepada kepala daerah se-Indonesia, sebagaimana ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (18/5/2021).

Dia mengungkapkan ada enam provinsi di Pulau Sumatera yang mengalami tren kenaikan kasus Covid-19. Keenam darerah itu antara lain, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan Bangka Belitung.

Lonjakan kasus Covid-19 juga terjadi di DKI Jakarta, Maluku, Banten, Nusa Tenggara Barat, Maluku Utara. Kemudian, Kaliman Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Gorontalo.

Potensi Kenaikan Kasus

Dia pun mewanti-wanti potensi kenaikan kasus Covid-19 pasca-lebaran 2021. Sebab, ada 1,5 juta masyarakat yang masih nekat pulang ke kampung halaman meski sudah dilarang mudik pada 6-17 Mei 2021.

"Hati-hati gelombang kedua, gelombang ketiga di negara-negara tetangga kita sudah juga mulai melonjak drastis," ucap Jokowi.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel