Daerah Hijau-Kuning di Jateng Boleh Gelar Salat Idul Fitri Berjamaah

Syahrul Ansyari, antv/tvOne
·Bacaan 1 menit

VIVA - Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah sedang melakukan pemetaan wilayah terkait boleh tidaknya melaksanakan salat Idul Fitri secara berjamaah. Kanwil telah memutuskan bahwa daerah yang berada di kategori zona hijau dan kuning saja yang boleh menggelar salat Idul Fitri.

Untuk itulah pemetaan dilakukan untuk menentukan daerah mana yang masuk kategori tersebut. Kakanwil Kemenag Jawa Tengah, Musta'in Ahmad, menuturkan pemetaan masih terus dilakukan hingga beberapa hari ke depan.

"Iya, ke depan ini kita petakan wilayah mana yang boleh atau tidak melaksanakan salat Idul Fitri berjamaah. Untuk yang boleh itu kategori hijau dan kuning. Pemetaan itu sampai di tingkat desa dan kelurahan," kata Musta'in di sela Rakor Protokol Kesehatan bersama Gubernur Jateng, Senin, 3 Mei 2021.

Baca juga: MUI: Salat Idul Fitri di Rumah Saja

Sedangkan, zakat fitrah dan lainnya akan dilaksanakan tanpa menimbulkan kerumunan. Secara teknis, pembagian zakat akan melibatkan lembaga untuk menyalurkan ke rumah-rumah bagi penerima.

"Nanti zakat akan diberikan ke rumah-rumah bagi yang menerima. Tidak berkumpul di masjid. Bisa kerjasama lembaga seperti remaja masjid dan lainnya," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, telah berkoodinasi dengan Kemenag Jawa Tengah untuk memetakan daerah-daerah yang diperbolehkan melakukan salat Idul Fitri berjamaah dan yang dilarang di tempat-tempat ibadah.

"Kita minta dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk menyiapkan tempat ibadah salat Idul Fitri. Yang boleh itu daerah zona kuning dan hijau," katanya.

Untuk pemetaan, jelas dia, akan dilakukan bersama-sama. Mulai dari yang paling kecil yakni desa dan kelurahan.

"Untuk yang masih zona merah dan oranye tidak boleh menyelenggarakan salat Idul Fitri. Seperti tahun lalu salatnya di rumah, tidak perlu diperdebatkan," kata Ganjar.

Laporan: Teguh Joko Sutrisno