Daerah Pemasok Enggan Kirim Sapi ke Jakarta karena Biaya Tinggi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PD Dharma Jaya selaku BUMD yang bergerak di bidang pemotongan hewan, mengeluhkan kritisnya pasokan daging sapi di Jakarta.

Menurut pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama PD Dharma Jaya Andika Kusuma, konsumsi daging di Jakarta pada November lalu yang mencapai 120 ton terbilang cukup tinggi, namun tak dibarengi dengan ketersediaan pasokan daging sapi.

Gubernur DKI Jakarta, kata Andika, sudah sempat mengusulkan agar ada 1.000 ekor sapi dari Jawa Timur, yang menjadi satu di antara daerah pemasok sapi. Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya.

"Daerah pemasok daging seperti NTB dan Jawa Timur enggan mendistribusikan sapi ke Jakarta. Mereka lebih suka mengirim ke Kalimantan atau Bali. Alasannya, biaya pengiriman ke Jakarta sangat tinggi dan butuh waktu lama," ujar Andika di Balai Kota, Senin (3/12/2012).

Sedangkan Gubernur DKI Jakarta Jokowi mengaku belum mengetahui krisis daging sapi di Jakarta. Menurutnya, pemanggilan PD Dharma Jaya siang kemarin hanya untuk perkenalan.

"Tadi cuma kenalan. Enggak ada bahas masalah daging," katanya.

Sebelumnya, pemerintah pusat juga telah menerapkan swasembada daging sapi lokal, dengan membatasi kuota daging sapi impor.

Juga, ada kebijakan tentang pengelolaan daging sapi, yaitu penggemukan sapi hidup yang diperoleh melalui impor, ketimbang menerapkan program pembibitan sapi. (*)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...