Daftar 10 Kota Paling Layak Huni di Tengah Pandemi Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - The Economist Intelligence Unit (EIU) baru saja menobatkan kota Auckland di Selandia Baru sebagai kota paling laik huni secara global. Pencapaian itu diperoleh saat dunia masih terus bergulat dengan pandemi Covid-19.

Menurut laporan EIU, perolehan ini didapat lantaran Selandia Baru berhasil menangani wabah virus Corona, sehingga memungkinkan sekolah, bioskop, restoran, hingga atraksi budaya lainnya tetap buka sepama periode survei 22 Februari hingga 21 Maret 2021.

Dalam menangani pandemi Covid-19, Selandia Baru menerapkan skema lockdown ketat secara nasional selama beberapa pekan pada 2020 lalu untuk memperlambat penyebaran virus. Negara tersebut juga menutup perbatasan internasionalnya untuk sebagian besar pelancong.

Melansir CNBC, Kamis (10/6/2021), tempat di Asia Pasifik seperti Selandia Baru dan Australia mendominasi daftar 10 kota paling laik huni tahun ini, bahkan ketika pandemi masih terus melanda di hampir seluruh penjuru dunia.

Daftar Kota

Orang-orang mengantre di depan sebuah pasar swalayan, Kota Auckland, Selandia Baru, Rabu (12/8/2020). Kota terbesar di Selandia Baru, Auckland, pada 12 Agustus 2020 kembali memberlakukan Siaga COVID-19 Level 3 selama tiga hari setelah empat kasus terkonfirmasi pada 11 Agustus 2020. (Xinhua/Wilson)
Orang-orang mengantre di depan sebuah pasar swalayan, Kota Auckland, Selandia Baru, Rabu (12/8/2020). Kota terbesar di Selandia Baru, Auckland, pada 12 Agustus 2020 kembali memberlakukan Siaga COVID-19 Level 3 selama tiga hari setelah empat kasus terkonfirmasi pada 11 Agustus 2020. (Xinhua/Wilson)

Berikut daftar 10 kota paling laik huni beserta skor penilaian menurut The Global Liveability Index 2021:

1. Auckland, Selandia Baru (96.0)

2. Osaka, Jepang (94.2)

3. Adelaide, Australia (94.0)

4. Wellington, Selandia Baru (93,7)

5. Tokyo, Jepang (93.7)

6. Perth, Australia (93.3)

7. Zurich, Swiss (92.8)

8. Jenewa, Swiss (92.5)

9. Melbourne, Australia (92,5)

10. Brisbane, Australia (92,4).

Adapun Indeks livability membuat peringkat kota paling laik huni berdasarkan lebih dari 30 faktor kualitatif dan kuantitatif di lima kategori besar: stabilitas, perawatan kesehatan, budaya dan lingkungan, pendidikan dan infrastruktur.

Akibat pandemi Covid-19, EIU menambahkan indikator baru seperti tekanan pada sumber daya perawatan kesehatan, serta pembatasan di sekitar acara olahraga lokal, teater, konser musik, restoran, dan sekolah.

Perubahan Besar pada Ranking

Kepala Ekonom Global EIU Simon Baptist mengatakan, pandemi Covid-19 sangat berdampak pada perubahan peringkat di daftar kota paling laik huni.

"Ada perombakan yang cukup besar, tak hanya di 10 besar, tapi juga di seluruh peringkat berdasarkan situasi Covid-19," jelas dia kepada CNBC.

Situasi lockdown dan mengalami lonjakan kasus selama periode survei menyebabkan beberapa kota mengalami pengurangan skor pada beberapa kriteria. Itu juga yang menyebabkan banyak kota di Eropa harus merelakan posisinya tergeser.

Termasuk Wina di Austria, yang secara konsisten berada di peringkat teratas selama beberapa tahun terakhir. Untuk tahun ini, kota tersebut gagal masuk 10 besar dan nangkring di posisi ke-12.

Di sisi lain, kota-kota di Australia, Selandia Baru dan Jepang terindikasi baik dengan sejumlah pelayanan seperti sistem kesehatan yang tangguh. Itu terbukti dari penambahan kasus positif yang rendah.

Honolulu sebagai Ibukota Hawaii jadi kota dengan lompatan terbesar dalam indeks, terdongkrak dari posisi 46 ke 41. Itu berhasil dicapai berkat upaya penahanan virus corona dan penyebaran vaksin Covid-19 yang cepat.

Sementara kota-kota lain yang selama ini dikenal laik huni seperti Taipei duduk di posisi 33, dan Singapura membuntutinya di peringkat 34.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel