Daftar 12 Emiten Kena Suspensi Gara-Gara Belum Bayar Biaya Pencatatan Tahunan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 12 perusahaan tercatat atau emiten belum membayar annual listing fee atau biaya pencatatan tahunan 2021 secara penuh.

Oleh karena itu, BEI juga memberikan denda atas keterlambatan. Namun, denda tersebut juga belum dibayar berdasarkan catatan Bursa hingga 15 Juli 2021.

Adapun hal itu berdasarkan ketentuan VII.4.3 Peraturan Bursa Nomor I-A tentang pencatatan saham dan efek bersifat ekuitas selain saham yang diterbitkan oleh perusahaan tercatat atau emiten, batas waktu pembayaran biaya pencatatan tahunan (ALF) 2021 pada 29 Januari 2021.

Selain itu, mengacu pada butir II.2 Peraturan Nomor I-H tentang sanksi, dalam hal perusahaan tercatat dikenakan sanksi denda oleh BEI, denda tersebut wajib disetor ke rekening bursa selambat-lambatnya 15 hari kalender terhitung sejak sanksi tersebut dijatuhkan oleh bursa.

"Apabila perusahaan tercatat yang bersangkutan tidak membayar denda dalam jangka waktu tersebut di atas, bursa dapat melakukan penghentian sementara saham perusahaan tercatat di pasar regular dan pasar tunai,” tulis BEI dikutip Sabtu (17/7/2021).

Hal itu dilakukan hingga terpenuhinya kewajiban pembayaran biaya pencatatan tahunan dan denda tersebut.

12 Emiten Kena Suspensi

Pengunjung mengambil foto layar indeks harga saham gabungan yang menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Sebelumnya, Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin.(Liputan6.com/Faizal Fanani)
Pengunjung mengambil foto layar indeks harga saham gabungan yang menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Sebelumnya, Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin.(Liputan6.com/Faizal Fanani)

Berdasarkan hal itu, BEI memutuskan menghentikan sementara perdagangan (suspensi) efek di pasar regular dan tunai untuk tiga perusahaan tercatat antara lain:

1.PT Bukit Uluwaktu Villa Tbk (BUVA)

2.PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM)

3.PT Modern Internasional Tbk (MDRN)

Selain itu, BEI memperpanjang suspensi efek di pasar regular dan tunai untuk sembilan perusahaan tercatat antara lain:

-PT Cowell Development Tbk (COWL)

-PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY)

-PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA)

- PT Golden Plantation Tbk (GOLL)

-PT Panasia Indo Resources Tbk (HDTX)

-PT Mitra Pemuda Tbk (MTRA)

-PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA)

-PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk (SKYB)

- PT Trada Alam Minera Tbk. (TRAM)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel