Daftar 12 Tokoh yang Diusulkan Vaksinasi Pertama di Jatim

Bayu Nugraha, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sejumlah pimpinan, pejabat, dan tokoh publik diusulkan untuk menjadi orang pertama yang disuntikan vaksin COVID-19 Sinovac di Jawa Timur. Karena baru diusulkan, belum tentu mereka lolos menjadi orang pertama yang menerima vaksinasi. Yang memutuskan ialah Satuan Tugas COVID-19 pusat.

Sedikitnya 12 nama yang diusulkan dalam rapat koordinasi penanganan COVID-19 dan vaksinasi di kantor Gubernur Jatim di Jalan Pahlawan Surabaya, Jumat, 8 Januari 2021. Mereka di antaranya Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto.

Lalu Ketua Tim Penggerak PKK Arumi Bachsin, Direktur Utama RSU Soetomo Joni Wahyuadi, Dirut RSAL, Dirut RSI, Dirut RS Menur, Dekan Fakultas Kedokteran Unair, Kepala BPOM Surabaya, Ketua IDI Surabaya, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur Syafiq Syauqi alias Gus Syafiq, dan Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jatim.

"(Nama-nama) Itu baru usulan, karena Pemerintah Provinsi Jawa Timur diminta mengusulkan. Usulannya, untuk awalnya seperti itu. Ya, nanti siapa yang memutuskan, ya, dari Gugus Tugas (COVID-19) pusat. Di-ACC apa enggak, ya (tergantung keputusan Satgas COVID-19 pusat)," kata Ketua Tim Kuratif Satgas COVID-19 Jatim, Joni Wahyuadi, usai rapat.

Vaksinasi, lanjut Joni, mulai akan dilakukan di tingkat nasional atau pusat pada 13 Januari 2021 nanti. Sementara di tingkat provinsi dimulai keesokannya, yakni 14 Januari. "Jadi, kabupaten mungkin (tanggal) 15 (Januari). Ibu Gubernur sudah sampaikan tadi," ujarnya.

Dalam rapat koordinasi itu juga dibahas tentang persiapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kepala Kepolisian Daerah Jatim Irjen Pol Nico Afinta menuturkan, bahwa Forkopimda Jatim bersama pimpinan di kabupaten/kota siap melaksanakan PPKM sebagaimana diputuskan oleh Menko Perekonomian dan Mendagri.

"Pertama, kami akan meningkatkan operasi yustisi untuk mengawasi kegiatan masyarakat. Kedua, mendukung pemda maupun kabupaten/kota dalam penyiapan rumah sakit dan kegiatan pengawalan vaksinasi. Sehingga dalam dua minggu ke depan program pencegahan maupun pengobatan bisa berjalan dengan baik," kata Nico.

Baca juga: 77.760 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Jatim, Begini Alur Distribusinya