Daftar 22 Cabang Olahraga yang Akan Dipertandingkan di Paralimpiade Tokyo 2020 (2)

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Berikut ini informasi tentang 22 pertandingan olahraga untuk memperebutkan medali di Paralimpiade Tokyo 2020.

Dilansir dari BBC, berikut ini merupakan kelanjutan jenis olahraga yang akan dijalani oleh para atlet paralimpiade dalam memperebutkan medali untuk membanggakan negaranya:

11. Angkat besi

Ada 10 kategori berat yang berbeda untuk pria dan wanita. Atlet diklasifikasikan berdasarkan berat badan saja, yang berarti mereka dengan gangguan yang berbeda bersaing untuk medali yang sama.

12. Layar

Cabang layar di ajang paralimpiade bisa diikuti atlet dengan berbagai keterbatasan mulai dari mereka yang diamputasi, kerusakan saraf otak, keterbatasan penglihatan, menggunakan kursi roda dan kelompok lain yang tidak bisa dimasukkan ke dalam katagori manapun.

Terdapat tiga kelas yang dipertandingkan yaitu: kelas sonar dengan tiga awak, Skud-18 dengan dua atlet, dan 2,4mR yang hanya membutuhkan satu awak.

Peringkat peserta didasarkan sistem angka satu hingga tujuh dengan angka terendah diberikan untuk atlet yang memiliki keterbatasan fisik tinggi sedang angka tertinggi untuk atlet yang tingkat keterbatasan fisiknya rendah.

Dalam kelas dengan tiga orang awak maka maksimum nilai untuk ketiganya adalah 14.

Dalam katagori Skud-18. satu awak memiliki tingkat keterbatasan sangat buruk (sama dengan kelas satu atau dua) sementara kru lainnya harus memiliki level keterbatasan yang lebih rendah demi menjaga keadilan dalam berkompetisi.

Dalam kelas satu orang kru, maka pesertanya harus memiliki level keterbatasan fisik yang sama.

13. Bola voli duduk

Jaring diturunkan hingga mendekati permukaan tanah dan para pemain memukul bola melewati jaring sambil duduk. Agar pukulan menjadi sah, semua pemain harus menjaga panggul mereka tetap menyentuh lantai dan tidak seperti bola voli Olimpiade, pemblokiran servis diperbolehkan.

14. Menembak

Baik senapan dan pistol dinilai dalam paralimpiade. Target bervariasi dalam ukuran tergantung apa yang diadakan. Misalnya dalam senapan angin 10m, seluruh target berdiameter 4,5cm dan cincin pusat hanya setengah milimeter.

Para atlet menembak akan dibagi dalam kelas kursi roda dan kelas berdiri.

Kedua kelas ini kemudian dibagi dalam enam sub kelas yang masing-masing kelas dibedakan dengan alat bantu gerak yang boleh digunakan para atlet.

SH1: Untuk nomor pistol dan senapan yang tak membutuhkan alat bantu berdiri khusus.

SH2: Untuk para atlet yang memiliki gangguan tungkai bagian atas dan membutuhkan alat bantu berdiri.

15. Renang

Perlombaan berlangsung di kolam renang standar 50m dalam gaya bebas, gaya punggung, gaya dada dan gaya kupu-kupu ditambah gaya ganti, dengan jarak yang berkisar dari 50m hingga 400m. Program ini juga menampilkan balapan estafet.

Renang adalah satu-satunya olahraga yang menggabungkan antara kondisi tak memiliki tungkai, keterbatasan kordinasi dan gerakan tubuh, serta berbagai jenis kelumpuhan dan keterbatasan fisik lainnya.

1-10: Diperuntukan bagi atlet dengan satu keterbatasan fisik. Semakin rendah nomor yang digunakan semakin kompleks pula keterbatasan fisik atlet itu.

11-13: Untuk atlet dengan gangguan penglihatan.

14: Ditujukan untuk para atlet yang memiliki keterbatasan intelektual.

Akhiran S menunjukkan kelas gaya bebas, gaya punggung, dan kupu-kupu. SB untuk gaya dada dan SM untuk gaya ganti perseorangan.

Awalan dan nomor digunakan untuk membedakan klasifikasi. Perenang dengan multi keterbatasan fisik (S1, SB1, SM1) serta bagi atlet dengan keterbatasan fisik minim menggunakan S10, SB9, SM10.

Dalam setiap kelas, perenang mungkin start dengan melompat atau sudah berada di dalam kolam, yang dipertimbangkan saat pengelompokan para atlet.

Para perenang mungkin memiliki penggolongan yang beragam sesuai dengan nomor yang mereka ikuti -misalnya satu perenang masuk penggolongan yang berbeda untuk gaya dada, gaya punggung.

16. Taekwondo

Olahraga baru lainnya untuk Tokyo 2020, pertarungan taekwondo terdiri dari tiga ronde dua menit. Tendangan ke kepala dilarang dan pukulan ke tubuh tidak diberi skor, karena atlet memiliki kapasitas yang berbeda untuk memblokir. Sebaliknya, poin tambahan dapat dicetak untuk tendangan yang lebih sulit.

17. Tenis meja

Sebuah pertandingan dimainkan dengan lima set terbaik, dengan masing-masing dimenangkan oleh pemain pertama yang mencapai 11 poin. Jika skor dalam satu set mencapai 10-10, seorang pemain harus memimpin dua poin untuk memenangkannya.

Para atlet yang memiliki keterbatasan fisik dan intelektual boleh mengikuti cabang ini, yang dibagi dalam 11 kelas.

1-5: Atlet yang bertanding dengan kursi roda, kelas satu dengan kondisi terburuk dan lima yang paling kurang cacat.

6-10: Para atlet yang bisa bergerak dengan kelas enam yang menderita keterbatasan paling buruk.

11: Untuk para atlet yang menderita keterbatasan intelektual.

18. Triatlon

Lomba ini akan menampilkan atlet bersaing dalam tiga tahap, yaitu renang 750 meter, bersepeda 20 km, diikuti oleh lari 5 km. Untuk bagian balap sepeda, atlet dapat menggunakan sepeda tandem, sepeda tangan atau sepeda, sedangkan kursi roda dapat digunakan untuk lari 5 km terakhir hingga garis finis.

19. Bola basket kursi roda

Turnamen bola basket pria telah ditampilkan di setiap pertandingan sejak tahun 1960. Dan wanita bisa bergabung pada tahun 1968. Pemain diklasifikasikan dari 1,0 (paling disabilitas) hingga 4,5 (tidak terlalu disabilitas) dan sebuah tim hanya dapat mengumpulkan 14 poin di antara lima pemain di pengadilan pada satu waktu.

Pertandingan bola basket ini terbuka untuk para atlet dengan kursi roda yang menderita amputasi di bawah paha, saraf motorik, maupun polio.

20. Anggar kursi roda

Pertandingan ini memiliki tiga disiplin ilmu tergantung pada jenis pedang yang digunakan, foil, epee dan sabre. Pertarungan di babak pertama kompetisi adalah yang terbaik dari sembilan hit dan pesaing kemudian dipromosikan ke eliminasi langsung yang nantinya pertarungan diberikan kepada yang pertama mencapai 15 hit.

Anggar terbuka untuk atlet yang menggunakan kursi roda yang kondisinya tidak memungkinkan mereka untuk bertandang dengan atlet dengan kemampuan fisik penuh.

Kategori A: Atlet dengan kemampuan keseimbangan yang baik dan pergerakan tubuh yang utuh.

Kategori B: Atlet dengan keseimbangan yang buruk namun kemampuan penuh untuk satu atau kedua tungkai atas.

21. Rugby kursi roda

Dimainkan di dalam ruangan seukuran lapangan bola basket. Pertandingan ini menampilkan tim campuran pria dan wanita yang memainkan pertandingan empat perempat delapan menit. Kontak antar kursi roda merupakan bagian integral dari permainan, meskipun melakukan kontak fisik dengan lawan mengarah pada penalti.

Atlet rugby kursi roda digolongkan berdasarkan sistem poin, yang paling buruk 0,5 poin dan yang paling mampu 3,5 poin.

Setiap tim terdiri dari empat pemain dan nilai total poin bisa sampai delapan.

22. Tenis kursi roda

Secara umum mirip dengan olimpiade, termasuk bola dapat memantul dua kali, meskipun pantulan pertama harus berada dalam batas lapangan.

Tenis dimainkan oleh atlet kursi roda dengan dua kelas: terbuka dan kuad (ketidakmampuan di tiga tungkai atau lebih)

Dalam kompetisi tenis kursi roda, para pemain dibolehkan mementalkan bola dual dengan pentalan perada berada di dalam lapangan.

Infografis Bonus Atlet Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Infografis Bonus Atlet Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Bonus Atlet Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel