Daftar 32 Pelatih yang Bakal Beradu Taktik di Piala Dunia 2022

Bola.com, Jakarta - Menjuarai Piala Dunia 2022 tidak hanya butuh skuad istimewa, tetapi juga perlu seorang pelatih genius. Pelatih yang pandai meramu dan meracik strategi bagi skuad juga bisa jadi penentu dalam suatu pertandingan penting.

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, pernah merasakan strateginya berjalan luar biasa di Piala Dunia 2018. Korea Selatan yang saat itu diasuhnya mampu menumbangkan sang juara bertahan Jerman 2-0, yang kemudian tersingkir.

Pelatih wajib punuya taktik  wajib pelatih miliki meski sudah memiliki skuad yang mumpuni meraih gelar juara dunia. Pengalaman kelam dialami Timnas Brasil saat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2016 yang gagal ke final karena dipermalukan 1-7 oleh Jerman, meski memiliki skuad luar biasa di tiap lini.

Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, sejumlah pelatih top dunia bakal kembali beradu strategi demi meraih kejayan. Ada nama Didier Deschamps yang masih membesut juara bertahan Prancis.

Dia bakal beradu taktik dengan pelatih lainnya seperti Lionel Scaloni (Argentina) hingga Gareth Southgate (Inggris). Berikut nama 32 pelatih yang bakal adu taktik di lapangan Piala Dunia 2022, beserta rekornya saat membesut tim nasional tersebut.

 

Grup A

Louis van Gaal. Pelatih berusia 70 tahun yang kini menangani Timnas Belanda sejak Agustus 2021 dan baru saja diketahui mengidap kanker prostat ini pernah membesut Manchester United di Liga Inggris. Ia menggantikan David Moyes pada awal musim 2014/2015 dan bertahan hingga Mei 2016. (AFP/Oli Scarff)
Louis van Gaal. Pelatih berusia 70 tahun yang kini menangani Timnas Belanda sejak Agustus 2021 dan baru saja diketahui mengidap kanker prostat ini pernah membesut Manchester United di Liga Inggris. Ia menggantikan David Moyes pada awal musim 2014/2015 dan bertahan hingga Mei 2016. (AFP/Oli Scarff)

Qatar: Felix Sanchez Bas (65 laga, 34 menang, 11 imbang, 20 kalah, agregat gol 110-80)

Ekuador: Gustavo Alfaro (29 laga, 11 menang, 10 imbang, 8 kalah, agregat gol 40-32)

Senegal: Aliou Cissé (75 laga, 49 menang, 16 imbang, 10 kalah, agregat gol 129-50)

Belanda: Louis van Gaal (13 laga, 9 menang, 4 imbang, 0 kalah, agregat gol 38-13)

 

 

Grup B

Gareth Southgate, Pelatih Timnas Inggris, telah mengumumkan daftar 33 nama skuat The Three Lions untuk Euro 2020 (Euro 2021). Di luar dugaan, tenyata ada juga pemain yang notabene adalah pemain bintang tak dipanggil ke Euro 2020 (Euro 2021). (Foto: AFP/Niklas Halle'n)
Gareth Southgate, Pelatih Timnas Inggris, telah mengumumkan daftar 33 nama skuat The Three Lions untuk Euro 2020 (Euro 2021). Di luar dugaan, tenyata ada juga pemain yang notabene adalah pemain bintang tak dipanggil ke Euro 2020 (Euro 2021). (Foto: AFP/Niklas Halle'n)

Inggris: Gareth Southgate (73 laga, 48 menang, 12 imbang, 13 kalah, agregat gol 168-58)

Iran: Dragan Skočić (18 laga, 15 menang, 1 imbang, 2 kalah, agregat gol 40-8)

Amerika Serikat: (37 laga, 21 menang, 6 imbang, 10 kalah, agregat gol 81-39)

Wales: Robert Page (25 laga, 10 menang, 8 imbang, 7 kalah, agregat gol 30-28)

 

 

Grup C

Peluang demi peluang kembali didapatkan tim asuhan Lionel Scaloni, namun masih gagal menembus gawang Paraguay. (AP/Jorge Saenz)
Peluang demi peluang kembali didapatkan tim asuhan Lionel Scaloni, namun masih gagal menembus gawang Paraguay. (AP/Jorge Saenz)

Argentina: Lionel Scaloni (47 laga, 31 menang, 12 imbang, 4 kalah, agregat gol 90-29)

Arab Saudi: Herve Renard (25 laga, 15 menang, 6 imbang, 4 kalah, agregat gol 40-15)

Meksiko: Gerardo Martino (58 laga, 39 menang, 11 imbang, 8 kalah, agregat gol 116-54)

Polandia: Czesław Michniewicz (6 laga, 2 menang, 2 imbang, 2 kalah, agregat gol 8-11)

 

 

Grup D

Pelatih Didier Deschamps telah merilis daftar nama pemain yang akan memperkuat Timnas Prancis di babak Semifinal UEFA National League 2021 melawan Belgia. Mengejutkannya, ada beberapa pemain top yang tidak masuk ke dalam rencananya tersebut. Berikut ulasannya.
Pelatih Didier Deschamps telah merilis daftar nama pemain yang akan memperkuat Timnas Prancis di babak Semifinal UEFA National League 2021 melawan Belgia. Mengejutkannya, ada beberapa pemain top yang tidak masuk ke dalam rencananya tersebut. Berikut ulasannya.

Prancis: Didier Deschamps (129 laga, 83 menang, 26 imbang, 20 kalah, agregat gol 264-112)

Australia: Graham Arnold (37 laga, 21 menang, 6 imbang, 10 kalah, agregat gol 81-39)

Denmark: Kasper Hjulmand (31 laga, 21 menang, 2 imbang, 8 kalah, agregat gol 68-25)

Tunisia: Jalel Kadri (75 laga, 49 menang, 16 imbang, 10 kalah, agregat gol 129-50)

 

 

Grup E

Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu melihat para pemainnya berlatih selama sesi latihan di stadion Independencia di Belo Horizonte, Brasil (23/6/2019). Jepang akan bertanding melawan Ekuador pada grup C Copa America 2019. (AFP Photo/Douglas Magno)
Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu melihat para pemainnya berlatih selama sesi latihan di stadion Independencia di Belo Horizonte, Brasil (23/6/2019). Jepang akan bertanding melawan Ekuador pada grup C Copa America 2019. (AFP Photo/Douglas Magno)

Spanyol: Luis Enrique (31 laga, 17 menang, 10 imbang, 4 kalah, agregat gol 63-27)

Kosta Rika: Luis Fernando Suárez (22 laga, 12 menang, 5 imbang, 5 kalah, agregat gol 22-14)

Jerman: Hansi Flick (13 laga, 9 menang, 4 imbang, 0 kalah, agregat gol 42-8)

Jepang: Hajime Moriyasu (52 laga, 36 menang, 6 imbang, 10 kalah, agregat gol 115-38)

 

 

Grup F

Roberto Martinez - Pelatih Timnas Belgia ini cukup santer dikabarkan menjadi kandidat pengganti Koeman di Barcelona. Pria berusia 48 mampu membawa Belgia meraih peringkat ketiga Piala Dunia 2018 dan menembus perempat final di Euro 2020.(AFP/Stuart Franklin)
Roberto Martinez - Pelatih Timnas Belgia ini cukup santer dikabarkan menjadi kandidat pengganti Koeman di Barcelona. Pria berusia 48 mampu membawa Belgia meraih peringkat ketiga Piala Dunia 2018 dan menembus perempat final di Euro 2020.(AFP/Stuart Franklin)

Belgia: Roberto Martinez (74 laga, 54 menang, 12 imbang, 8 kalah, agregat gol 206-64)

Kanada: John Herdman (43 laga, 30 menang, 4 imbang, 9 kalah, agregat gol 121-29)

Maroko: Vahid Halilhodžić (30 laga, 20 menang, 7 imbang, 3 kalah, agregat gol 58-20)

Kroasia: Zlatko Dalic (13 laga, 5 menang, 4 imbang, 4 kalah, agregat gol 106-82)

 

 

Grup G

Pelatih Brasil, Tite mencoba merubah strategi di babak kedua. Ia memasukkan Vincius Junior menggantikan Fred untuk membuat formasi 4-3-2-1. Hasilnya, tim Samba mampu tampil lebih ofensif karena sayap kirinya lebih hidup. (AP/Andre Penner)
Pelatih Brasil, Tite mencoba merubah strategi di babak kedua. Ia memasukkan Vincius Junior menggantikan Fred untuk membuat formasi 4-3-2-1. Hasilnya, tim Samba mampu tampil lebih ofensif karena sayap kirinya lebih hidup. (AP/Andre Penner)

Brasil: Tite (74 laga, 56 menang, 13 imbang, 5 kalah, agregat gol 162-29)

Serbia: Dragan Stojković (18 laga, 11 menang, 4 imbang, 3 kalah, agregat gol 35-18)

Swiss: Murat Yakin (37 laga, 21 menang, 6 imbang, 10 kalah, agregat gol 17-12)

Kamerun: Rigobert Song (3 laga, 2 menang, 0 imbang, 1 kalah, agregat gol 3-2)

 

 

Grup H

Pelatih Korea Selatan Paulo Bento menginstruksikan pemainnya saat bertanding melawan Suriah pada lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2022 zona AFC di Stadion Al-Rashid, di Dubai, Selasa (1/2/2022). Hasil ini membuat Korea Selatan lolos ke Piala Dunia 2022 Qatar. (AFP/Karim Sahib)
Pelatih Korea Selatan Paulo Bento menginstruksikan pemainnya saat bertanding melawan Suriah pada lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2022 zona AFC di Stadion Al-Rashid, di Dubai, Selasa (1/2/2022). Hasil ini membuat Korea Selatan lolos ke Piala Dunia 2022 Qatar. (AFP/Karim Sahib)

Portugal: Fernando Santos (101 laga, 63 menang, 21 imbang, 17 kalah, agregat gol 211-80)

Ghana: Otto Addo (6 laga, 2 menang, 3 imbang, 1 kalah, agregat gol 9-7)

Uruguay: Diego Alonso (7 laga, 6 menang, 1 imbang, 0 kalah, agregat gol 16-1)

Korea Selatan: Paulo Bento (49 laga, 32 menang, 11 imbang, 6 kalah, agregat gol 93-35)

Sumber: Sportkeeda

 

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel