Daftar 5 Pemain Terbengal di Premier League: Tak Punya Rasa Takut dan Brutal Bak Preman

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Liga Inggris sudah dikenal lama sebagai kompetisi terbaik di dunia. Banyak tim asal Inggris yang mengenyam kesuksesan dengan menjadi kampiun, serta diisi pemain hebat.

Sudah banyak pemain terbaik dunia berkarier di Liga Inggris dari masa ke masa. Premier League sudah terkenal karena kompetitif dan menyedot perhatian dari penggila sepak bola di seluruh penjuru.

Akan tetapi, tidak semua pemain dibekali kemampuan mengolah bola dan menjadi penentu kemenangan timnya di atas lapangan. Sebab ada pula pemain yang memiliki peran dan tugas lain karena punya watak yang bengal.

Sebagian pemain dengan karakter ini membawa pengaruh di sisi mental untuk bertarung dan bermain kasar terhadap lawannya. Mereka tak segan untuk melancarkan permainan brutal, tekel horor, hingga mengajak berkelahi.

Tanpa perlu basa-basi lagi, yuk simak deretan pemain berlabel bengal bak preman di Liga Inggris sepanjang sejarah. Berikut ini daftarnya yang dihimpun oleh Bola.com:

Roy Keane

Patrick Vieira dan Roy Keane menjadi ikon panasnya persaingan antara manchester United dan Arsenal kala itu. Insiden paling terkenal adalah ketika kedua kapten berwatak keras itu terlibat keributan di lorong pemain Stadion Highbury sebelum pertandingan dimulai. (AFP/Odd Andersen)
Patrick Vieira dan Roy Keane menjadi ikon panasnya persaingan antara manchester United dan Arsenal kala itu. Insiden paling terkenal adalah ketika kedua kapten berwatak keras itu terlibat keributan di lorong pemain Stadion Highbury sebelum pertandingan dimulai. (AFP/Odd Andersen)

Mantan kapten Manchester United Keane terkenal karena citra kerasnya. Pertengkarannya dengan Patrick Vieira dan tekel balas dendam terhadap Alf-Inge Haaland menjadi dua contoh dari sekian banyak aksi brutalnya.

Begitu banyak sifat ganasnya sehingga dia bisa menakuti siapa pun, termasuk wasit legendaris Inggris, Mark Clattenburg. Ia sempat tersenyum saat melihat Roy Keane untuk pertama kalinya, dan setelah itu hanya ketakuta yang dirasakannya.

“Dia berteriak kepada kami untuk mendapatkan tendangan sudut dan saya yakin itu adalah tendangan gawang, tetapi karena dia berteriak kepada kami dengan sangat keras, saya memberikan tendangan sudut. Aku sangat takut padanya,” ujar Clattenburg.

Jaap Stam

Jaap Stam merupakan bek andalan Setan Merah karena memiliki kemampuan yang mumpuni dan didukung dengan posturnya yang tinggi dan besar. Namun, hal tersebut berubah saat Stam mengalami cedera achilles. Performanya menurun dan ia dijual ke Lazio dan mampu tampil menjanjikan. (AFP/Adrian Dennis)
Jaap Stam merupakan bek andalan Setan Merah karena memiliki kemampuan yang mumpuni dan didukung dengan posturnya yang tinggi dan besar. Namun, hal tersebut berubah saat Stam mengalami cedera achilles. Performanya menurun dan ia dijual ke Lazio dan mampu tampil menjanjikan. (AFP/Adrian Dennis)

Pemain asal Belanda dengan ciri khas kepala botak dan tatapan mengancam. Tapi sisi lain Jaap Stam yang penuh semangat membuatnya menjadi bek tengah yang terkenal sulit untuk dilawan.

Dalam sebuah wawancara 2012, Stam ditanya apakah dia pria yang keras, dia membantahnya. Namun penyesalan terbesar Sir Alex Ferguson di Manchester United dalam sebuah pertandingan amal Soccer Aid, Stam melukai penyanyi Olly Murs.

“Seorang pemain baru-baru ini datang ke arah saya dengan kepala-pantat, jadi saya meraihnya dan menguncinya. Dia tampak agak biru ketika saya melepaskannya,” tutur Jaap Stam.

Thomas Gravesen

1. Thomas Gravesen - Gravesen dikenal dengan permainan kerasnya, hal itu dilakukan tidak hanya pada pertandingan, tetapi juga pada rekan setimnya saat latihan. Bahkan sosok pemain yang temperamental ini sering terlihat cek-cok dengan Ronaldo dan Capello. (AFP/Javier Soriano).
1. Thomas Gravesen - Gravesen dikenal dengan permainan kerasnya, hal itu dilakukan tidak hanya pada pertandingan, tetapi juga pada rekan setimnya saat latihan. Bahkan sosok pemain yang temperamental ini sering terlihat cek-cok dengan Ronaldo dan Capello. (AFP/Javier Soriano).

Mungkin seorang pria keras nan bersahaja dari era Liga Inggris, adalah Thomas Gravesen mendapat julukan 'Anjing Gila' selama waktunya di Everton.

Dia dirindukan ketika dia pergi ke Real Madrid, di mana dia membuat marah manajer Fabio Capello setelah tekel keras pada Robinho dalam sebuah sesi latihan.

"Dengan cara dia, kami tidak akan memiliki masalah dengan dia. Dia hanya sedikit khusus. Saya tidak main-main dengannya, dia bekerja dengan baik secara taktis. Perilakunya seperti ini, dan saya tidak menyukainya, semuanya harus dilakukan seperti yang dia inginkan," kata Capello.

Patrick Vieira

1. Patrick Vieira - Vieira adalah pemain penting sekaligus pilihan utama Arsene Wenger di lini tengah The Gunners. Pria asal Prancis ini adalah sosok kapten yang membawa Arsenal menjuarai Liga Inggris musim 2003/04 tanpa sekali pun menelan kekalahan. (AFP/Odd Andersen)
1. Patrick Vieira - Vieira adalah pemain penting sekaligus pilihan utama Arsene Wenger di lini tengah The Gunners. Pria asal Prancis ini adalah sosok kapten yang membawa Arsenal menjuarai Liga Inggris musim 2003/04 tanpa sekali pun menelan kekalahan. (AFP/Odd Andersen)

Persaingan antara Patrick Vieira dengan kapten Manchester United Keane bakal terus dikenang di Liga Inggris. Pasangan ini terkenal bentrok bahkan sebelum mereka masuk ke lapangan di Highbury pada tahun 2005.

Bentrokan dimulai ketika Vieira menyemprotkan botol airnya ke arah Keane, yang kemudian mengucapkan kalimat terkenal “sampai jumpa di lapangan”.

Kemudian, Keane berkata tentang hari itu: "Jika itu berkelahi, Patrick mungkin bisa membunuhku."

Robert Huth

Pemain Leicester City, Robert Huth, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Manchester City dalam lanjutan Liga Inggris di Stadion Etihad, Manchester, Sabtu (6/2/2016) malam WIB. (AFP/Adrian Dennis)
Pemain Leicester City, Robert Huth, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Manchester City dalam lanjutan Liga Inggris di Stadion Etihad, Manchester, Sabtu (6/2/2016) malam WIB. (AFP/Adrian Dennis)

Seorang pemain dengan kekuatan fisik luar biasa. Robert Huth seperti tidak pernah takut atau mengeluh dan sulit merasakan sakit.

Faktanya, pada Januari 2013, Huth mengalami cedera kepala dalam waktu tiga menit dari pertandingan Stoke melawan Wigan yang membutuhkan 28 jahitan. Nyatanya, dia menyelesaikan 90 jahitan penuh.

Dia juga benci berpura-pura terluka. “Berpura-pura terluka – itu bertentangan dengan olahraga apa pun. Kelemahan dari semua itu membuatku kesal. Saya tidak bisa memikirkan olahraga lain yang bisa diterima,” katanya kepada The Times pada 2018.

Sumber: planetfootball.com

Yuk Intip Persaingan di Liga Inggris

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel